terapi iman

Monday, September 29, 2014

KehilanGan Yang IngIN dI tEmuI ( kHuSyuK DaLam SoLat )

Saya masih banyak kekurangan. Apa yang saya lakukan SEBELUM masuk
waktu solat, saya ambil masa dalam 1-15 minit untuk diam dari
melakukan apa jua kerja.

1. Yang saya lakukan hanyalah berkomunikasi dengan Allah. Tidak
memohon. Tetapi sekadar bercerita. Saya suka bercerita kepada Allah.
Tentang kerja, tentang hidup, tentang keluarga, anak-anak. Tentang apa
saja.

2. Kemudian setelah masuk waktu solat, saya bangun untuk mengambil
wuduk dalam KESEDARAN bahawa saya sedang dalam perjalanan untuk
bertemu denganNya secara formal.

Saya ingin memujiNya, saya ingin memohon (mengikut doa dalam solat)
dan saya ingin berterima kasih pada Nya.

3. Sepanjang wuduk… saya SEDAR bahawa Yang ingin saya temu adalah
Allah. Saya pastikan wuduk saya sempurna. Saya minta agar segala
anggota wuduk saya dilindungi Allah dari melakukan kejahatan dan
kemaksiatan.

4. Dalam perjalanan untuk memulakan solat saya tetap jaga kesedaran
bahawa saya dalam persediaan jumpa Allah.

Saya bentang sejadah dan tetap kesedaran bahawa saya ingin bertemu
Allah tidak saya lepaskan.

5. Ketika saya berdiri untuk mula takbir, saya istighfar dahulu.
Memohon keampunan pada Allah seawal lagi agar pujian saya benar-benar
datang dari hati yang bersih. Berulang-ulang saya istighfar.

6. Kemudian saya mengangkat Takbir dan saya menyedariNya. Saya
memanggil Allah Yang Maha Besar, Yang saya rindui.

7. Saya tidak “membaca” Doa iftitah. Tetapi saya memuji Allah dalam
Doa Iftitah. Mulut ini berkomunikasi dalam bahasa arab. Namun hati ini
memahami apa yang diucapkan adalah….

“Ya Allah, Engkaulah Tuhan Yang Maha Besar sebesar-sebesarnya ya
Allah. Ya Allah Segala puji bagiMu ya Allah sebanyak-banyaknya ya
Allah. Ya Allah, Maha Suci Engkau di pagi dan petang ya Allah.”

“Ya Allah ku hadapkan wajahku kepadaMu Tuhan yang menjadikan langit
dan bumi dengan benar-benar lurus dan berserah kepadaMu ya Allah. Ya
Allah, aku ini bukan dari kalangan orang-orang yang musyrik ya Allah.”

“Ya Allah sesungguhnya ya Allah, solatku ya Allah, ibadahku ya Allah,
hidupku ya Allah, matiku ya Allah adalah hanya untukMu ya Allah.”

“Ya Allah, tidak ada sekutu bagiMu ya Allah, dan aku diperintahkan
untuk tidak menyukutukanMu ya Allah dan aku ini dari golongan orang
yang berserah diri.

8. Kemudian, saya terus memujiNya dalam Al-Fatihah. Sebuah lagi skrip
hadiah dari Allah untuk kita berkomunikasi denganNya. Kita
berkomunikasi di dalam bahasa arab namun kita faham yang sedang kita
komunikasikan dengan Allah adalah….

“Ya Allah, Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan syaitan yang
terkutuk ya Allah.”

“Ya Allah, Dengan namaMu ya Allah Tuhan Yang Maha Pemurah dan
Penyayang ya Allah”.

“Ya Allah, Segala puji bagiMu Tuhan yang memelihara segala alam ya
Allah. Engkaulah yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang ya Allah.
Engkaulah raja yang menguasai hari pembalasan ya Allah.

Ya Allah…. kepadaMu-lah kami sembah Ya Allah .. dan kepadaMu-lah kami
mohon pertolongan ya Allah. (saya selalu tidak mampu menahan kesayuan
tika saat ini. Saya sangat rindu padaNya hingga seluruh tubuh ini
bergetar)

Tunjukilah kami jalan yang lurus ya Allah. Jalan mereka yang telah
Engkau beri nikmat ya Allah, bukan jalan yang Engkau murkai dan bukan
jalan yang sesat ya Allah.”

ALLAHUKABAR indahnya solat. Ini baru selesai Al-Fatihah.
9. Kemudian kita baca surah yang mudah dan kita fahami.
10. Diamlah sejenak sebelum kita rukuk. Tuqmaninah sebentar. Sedarilah
kita rukuk untuk hormat dan memuji Allah.

11. Lalu rukuklah. Namun diam dahulu. Rukunnya adalah rukuk bukan
bacaan rukuk. Diamlah namun sedar dan berterima kasih pada Allah.
Terima kasih yang datang dari hati ini.

Lalu ketika ini pujilah Allah dengan benar. Pujilah Allah dari hati.
Bukan bacaan sekadar dari bibir semata-mata.

” Ya Allah, Maha SuciMu Tuhan yang Maha Agung ya Allah.”
Selepas pujian pertama… diam lagi… rukuklah dengan benar disamping
fizikal kita benar-benar rehat. Tulang-tulang kita kembali kepada
tempatnya. Darah mengalir ke otak kerana kedudukan otak sama dengan
jantung.

Pujilah lagi untuk seterusnya hingga 3 kali.
12. Bangunlah dengan perlahan, dengan hormat dalam setiap pergerakan
solat. SEDARlah terus bahawa kita sedang bertemu dengan Allah. TUHAN..
bukan bos, bukan menteri, bukan kawan-kawan, bukan mak ayah….. tetapi
Allah…. TUHAN yang menjadikan kita dan tempat kita kembali. Allah..

Iktidal… diam sebentar (tuqmaninah) lalu nyatakan pada Allah….
“Ya Allah, untukMu segala pujian ya Allah.”
Andai semuanya milik Allah segala pujian, adakah pujian milik kita?
siapa kita yang sering ingin dipuji?
Siapa kita yang sering kecewa ketika orang lain tidak memuji kita?
Siapa kita?…. Astaghfirullah.

13. Sujud….. Diamlah sebentar. Sedarlah ketika sujud ini, jasad ini
kembali kepada asalnya yakni tanah. Kita tidak ada apa-apanya lagi.
Segala pujian adalah milik Allah. Kita ini tiada apa-apanya. Kita
mengharapkan redha Allah semata-mata.

Sujudlah…
sedarlah Allah…
lalu pujilah Allah….

“Ya Allah, Maha SuciMu Tuhan yang Maha Tinggi ya Allah”
Diamlah sebentar untuk pujian kedua dan ketiga agar benar-benar pujian
itu dari hati kita dalam kesedaran padaNya.

14. Kemudian duduklah dengan penuh tunduk dan mengharap padaNya.
Mohonlah satu persatu. Bukan membaca dengan laju…. tetapi
mohonlah…mohonlah. Diri kita sangat memerlukan kasih sayang
daripadaNya.

“Ya Allah, ampunilah aku ya Allah”
“Ya Allah, rahmatilah aku ya Allah”
“Ya Allah, cukupkanlah segala keperluanku ya Allah”
“Ya Allah, angkatlah darjatku ya Allah” (angkat darjat bukan naik
jawatan, jadi kaya raya, jadi terkenal, sentiasa dipuji. Bukan..bukan.
Angkat darjat adalah agar Allah melindungi maruah kita. Tidak
mengaibkan kita. Andai Allah mengaibkan segala kejahatan dan
kemaksiatan kita…. Allahurabbi… tidak tertahan untuk mampu terus
hidup).

“Ya Allah, Murahkan rezekiku ya Allah”
“Ya Allah, bukakan pintu hatiku untuk hidayah/petunjukMu ya Allah”
“Ya Allah, sihatkanlah aku ya Allah”

“Ya Allah, maafkanlah aku ya Allah.”
Andai ini dibaca dengan baik, Allahhurabbi…sujud seterusnya pasti akan
lebih berserah kita padaNya.

****
Jika ini dapat didirikan dengan baik, nikmatilah sendiri keindahan
solat. Betapa nikmatnya solat dan nikmatnya solat kita tidak pernah
sama sejak kita mendirikannya dulu hingga sekarang. Bahkan nikmat
solat ini semakin meningkat dari satu waktu ke waktu yang lain.

Dulu saya tertanya-tanya bagaimana mereka yang dekat dengan Allah
sentiasa menunggu-nunggu waktu solat.

Allahurabbi…. ketika menikmati nikmatnya solat… barulah kita faham
mengapa solat itu sering ditunggu-tunggu.

Dari tinta Dr Fuad Latip
5 Sept 2014.

Wednesday, September 24, 2014

My Favourite : Mira'e ( Towards The Future (^^,) )






Look! Look at your feet
This is the road you walk
Look! Look ahead of you
That is your future

My mother gave me so much kindness
“Embrace love and walk,” she said over and over
At that time I was still immature
I didn’t understand her meaning
She held my hand
And walked with me

Our dreams are always high in the sky
It’s scary that they might not come true
But we still continue to chase them
Because it’s our story

We don’t want to give up
When I was unsure she held my hand
And walked with me
There were times when I hated that kindness
When separated from my mother I couldn’t be obedient

Look! Look at your feet
This is the road you walk
Look! Look ahead of you
That is your future
There were times when I hated that kindness
When separated from my mother I couldn’t be obedient

Look! Look at your feet
This is the road you walk
Look! Look ahead of you
That is your future

Look! Look at your feet
This is the road you walk
Look! Look ahead of you
That is your future
Turn towards the future
Let’s walk slowly

Monday, September 22, 2014

Cerita Hati

“Ya Allah.. Jikalau cinta ini adalah ketertawanan,tawanlah hatiku dengan cinta kepada-Mu,
agar tidak ada lagi yg dapat menawan hatiku.. 
Jikalau rindu ini adalah rasa sakit,penuhilah rasa sakit ini dengan rindu kepada-Mu….”


Usah kegagahan sang lebah itu kau harapkan
Tapi haraplah kepada Allah
Yang menciptakan Sang Lebah itu.

Usah percaya
manis tutur bicaraku
Tapi percayalah Firman Allah yang bisa menenangkan qalbumu

Usah pahatkan namaku di hatimu
Tapi pahatkan nama Allah
Hingga hatimu gementar tika nama Allah di lantunkan.

Usah bersedih sayang..
 jika cintamu itu di khianati
Tapi sedihlah jika cinta Allah kau sisihkan

Usah engkau rayu simpati insani 
Tapi mintalah kepada Allah
yg memiliki cinta yg kekal dan sejati
Dialah pemilik segala hati.

Usah hatimu kau turuti
Usah maruahmu kau telanjangi
Dunia ini terlalu singkat
tuk kau ratapi tiap getir yang menghampiri..

Usah kau keraskan hatimu 
persis batu
menolak tiap titisan hikmah yang diberi
tetapi..
tabah dan redhalah menghadapi
Qada Qadar Illahi
agar kau mengerti
bahawa pelangi indah kan terbentuk 
bersama Sang lebah yang terbaik menantimu dihadapan
tatkala hujan sabar  kau payungi
demi mengharap Redha Illahi..
Moga sadiq imanmu 
kembali tersenyum 
tika
tadabbur kalam Illahi

"Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada 
kemudahan.Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-
sungguh (urusan) yang lain,dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap "


Thursday, September 18, 2014

Jangan Marah


Jangan marah atau JANGAN MARAH
atau Jangan..MARAH?

Terpulang pada intonasi,situasi dan suara kita menyebutnya.. 

Situasi di lapangan kerjaya..

ARGGGHHHHHH..!!!! 
STRESS!!
SEMUANYA AKU KENA BUAT! SEMUANYA AKU YANG DIPERSALAHKAN!! 
AKU!! AKU!! AKU!! BUKAN KAU? MEREKA?
YA..MEREKA YANG MENGAMBIL KESEMPATAN!!
GERAMMMMMMMMMMMMM!!!! PRAKKK (Pembaris plastik ku patahkan lalu serpihan tajam mengenai pipi ku meninggalkan calar dan darah)
Huhuuu..sakit :(
Hatiku masih belum puas,amarah yang membuak-buak,panas betul hati. TAPI??
apa yang aku dapat? kepuasan?ketenangan? kebahagiaan? 
Tidak! pipiku sakit ..begitu jua hatiku,pedih..
Kenapakah mesti begini jadinya? 
mengapa mereka tidak sama-sama membantuku? atau sekurang-kurangnya bisa memahami bagaimana di tempat aku? INDIVIDUALISTIK! PLASTIK! TIDAK AMANAH!
Harus bagaimana ku selesaikan semuanya ini? aku jua punya perasaan.. 
( monologku di dalam hati)..
_______________________________________________________________________________

Situasi yang pastinya berlaku pada( Baca: Diriku dan kalian )disebabkan pelbagai perkara yang menggugat kewarasan akal dalam membuat pertimbangan iman. Mereka atau sesiapa saja bisa tertawa, memperbodohkan, mempermainkan diriku dan menuduhku cepat melenting! (BACA: BERANI BETUL BERMAIN DENGAN API YA) gara-gara sifat amarah ini.?? (BACA: tengok tempat dan situasi bagaimana boleh?) Bertahunku makan hati bersabar dek kerenah mereka, jangan sampai (BACA: Aku Berhenti Kerja!) biar mereka menilainya,buka mata serta merasai sendiri berada di tempatku.

** WO..WO..WO.. NANTI DULU.JANGAN MARAH MELULU.. 


BILA IMAN BERBICARA:-

Firman ALLAH S.W.T: 

"DIAlah yang telah mentakdirkan adanya mati dan hidup (kamu) untuk menguji dan menzahirkan keadaan kamu: Siapakah antara kamu yang lebih baik amalnya dan DIA Maha Kuasa (membalas amal kamu) lagi Maha Pengampun (bagi orang-orang yang bertaubat)." Surah al-Mulk: 2.

ALLAH SWT  pasti menguji dari titik kelemahan kita. Kenapa mesti marah? apa sebab marah? Kerana diri di aniaya,kerana hati tersakiti, kerana sikap insan lain yang ingin melepaskan diri dari tanggungjawab kerja hingga menganiaya orang lain atau sebab pangkat dan naik gaji? adakalanya marah kerana merasa diri hebat berbanding orang lain? ego? riak? kurang sabar? dendam..ahhh serabut dan kusut pemikiranku.

Aku sering menasihati hingga ku alpa bahawa barangsiapa yang sabar dengan memohon agar ALLAH SWT membantunya dalam segala urusan, maka dia akan beroleh ganjaran dan syurga ALLAH.Orang Islam sentiasa diuji dengan pebagai cubaan, kesedihan, kegelisahan, dan tekanan emosi. Dengan itu DIA akan meningkatkan darjat kita. Sabda Rasulullah s.a.w:

"Jika ALLAH menghendaki kebaikan pada seseorang, dia akan mengujinya dengan musibah." (Hadis riwayat al-Bukhari.)

Menurut Anas bin Malik r.a, Rasulullah s.a.w bersabda: Jika salah seorang daripada kamu kesedihan ucapkanlah:
Menurut Asmak Binti Umais, Rasulullah s.a.w berkata kepadanya: Mahukah kamu aku ajarkan kalimah-kalimah yang boleh kamu ucapkan ketika dilanda kegelisahan? Bacalah:




Astaghfirullah.. Sabarlah wahai diri yang sedang amarah perbanyakkan membaca doa agar di jauhi kesedihan dan tekanan perasaan;-
Laailaha illallahul 'aziimul haliim laailaha illallahu rabbul 'arsyil 'aziim laailaha illalahu rabbus samaawaati wa rabbul ardhi wa rabbul 'arsyil kariim.
"Tiada tuhan selain ALLAH yang Maha Mulia lagi Maha Lemah Lembut. Tiada selain ALLAH. TUHAN 'arasy yang Agong. Tiada tuhan selain ALLAH. TUHAN langit dan bumi dan TUHAN 'arasy yang Pemurah." Hadis riwayat Muslim.

Yaa hayyuu yaa qayyum birahmatika astaghits

"Wahai TUHAN yang Hidup yang Kekal. Dengan Rahmat-MU aku memohon pertolongan-MU." 
Hadis riwayat al-Tirmizi.

ALLAHU rabbi laa usyriku bihi syaian

"Ya ALLAH TUHANku tidak akan aku sekutukan-NYA dengan sesuatu pun." Hadis riwayat Abu Daud.

TERAPI:

Astaghfirullah..Astaghfirullah..Astaghfirullah..
Tarik nafas..hembus.Tarik nafas sekali lagi dan hembus.. Tarik nafas dalam-dalam (istighfar dalam hati dan hembus)..cubalah untuk tersenyum buat diri sendiri.Pusingkan kedua-dua pergelangan tangan sambil tersenyum dan ucaplah Alhamdulillah kerana Allah (^^,).Lega..



Kecantikan seorang wanita ialah terletak sejauh mana ia dapat menahan (menjaga) malunya, sementara kegagahan seorang lelaki ialah terletak sejauh mana ia dapat menahan (menjaga) marahnya

Tuesday, September 2, 2014

Qalbu Sya' irah

Mentari menyinar di padang pasir,
Bibir meniti untaian zikir,
Hati terdetik mata mentafsir,
Doa ku ratib di hamparan fikir..


Sejadah di bentang istikharoh di orak,
Airmata beralun hajat dilantun,
Getaran hati kian berkocak,
Jawapan di beri penuh santun..


Duhai padaMu Yang Rabbul Izzati,
Pemilik alam jua hati,
menanti dia sang belahan hati,
Mengharap redho dan diredhoi Illahi..


Kepompong bertenggek di ranting punah,
Mawar putih pohonnya berduri,
Tangan mengenggam lafaz sakinah,
Syurga di bina seikhlas hati..


Iman berembun di taman SadiQ,
Senyum menguntum indah terperi,
Solat dan Sabar hati nan sadid,
SAMARA di damba suami isteri..