terapi iman

Tuesday, September 2, 2014

Qalbu Sya' irah

Mentari menyinar di padang pasir,
Bibir meniti untaian zikir,
Hati terdetik mata mentafsir,
Doa ku ratib di hamparan fikir..


Sejadah di bentang istikharoh di orak,
Airmata beralun hajat dilantun,
Getaran hati kian berkocak,
Jawapan di beri penuh santun..


Duhai padaMu Yang Rabbul Izzati,
Pemilik alam jua hati,
menanti dia sang belahan hati,
Mengharap redho dan diredhoi Illahi..


Kepompong bertenggek di ranting punah,
Mawar putih pohonnya berduri,
Tangan mengenggam lafaz sakinah,
Syurga di bina seikhlas hati..


Iman berembun di taman SadiQ,
Senyum menguntum indah terperi,
Solat dan Sabar hati nan sadid,
SAMARA di damba suami isteri..







Thursday, August 21, 2014

它属于谁 ? ( Tā shǔyú shuí ) - Milik siapa?

Daku      :    assalamualaikum ayi, Ni hao ma?  ( apa khabar, makcik ? )
Makcik   :    waalaikumusalam, Wo hen hao..Ni ne? ( khabar baik, kamu ?)
Daku      :     Alhamdulillah wo ye hen hao ayi, Wo shi cong malaixiya. 
                   ( khabar baik makcik, saya dari Malaysia? )
                    Nali qingzhensi?  ( Di mana Masjid ?)
Makcik   :     Zhixing he zuo zhuan.  (Jalan terus dan belok kiri )
Daku      :    Xie-xie ayi (^^,)   ( terima kasih makcik )
Makcik   :    Mei guan xi   ( tidak mengapa ) (^^,)


Di situ orak langkahku atur, ke negara panda kaki ku pijak.Subhanallah.. di Beijing kini ku berdiri.Teringat zaman kecilku, impian itu ku tanam dan akhirnya di makbukan Allah pada saat tepat yang tidak ku rancang sama sekali ketika hati benar-benar ingin bersendiri.

Alhamdulillah.. di sana Allah pertemukan diriku dengan geng2x yang terbaik dan sporting. Kami antara group kembara yang paling ceria,"gila-gila" dan punya "dunia " kami sendiri di sana.Itulah anugerah terindah sepanjang seminggu ku di Beijing, melihat keindahan alam ciptaan Allah, mengenali cara hidup masyarakat Islam di sana, budaya, ekonomi dan politik negara komunis itu..juga tidak lupa melawat Panda yang comel di sana.Firman Allah dalam surah Az-zumar:

اللَّهُ خٰلِقُ كُلِّ شَيءٍ ۖ وَهُوَ عَلىٰ كُلِّ شَيءٍ وَكيلٌ ﴿٦٢﴾(62) Allah Yang Menciptakan tiap-tiap sesuatu, dan Dia lah Yang Mentadbirkan serta menguasai segala-galanya.لَهُ مَقاليدُ السَّمٰوٰتِ وَالأَرضِ ۗ وَالَّذينَ كَفَروا بِـٔايٰتِ اللَّهِ أُولٰئِكَ هُمُ الخٰسِرونَ ﴿٦٣﴾
(63) Dia sahajalah yang menguasai urusan dan perbendaharaan langit dan bumi; (orang-orang yang percayakan yang demikian beruntunglah) dan orang-orang yang kufur ingkar akan ayat-ayat keterangan Allah yang jelas nyata itu, mereka itulah orang-orang yang paling rugi.


Ku tertanya sendiri, mengapa sejauh ini ku berlari demi menjauhi insan yang tiba-tiba ingin memiliki hati? kenapa tidak saja ku menerima salah seorang di antara mereka yang paling kacak,berilmu,berharta, berkerjaya dalam hidupku?? 
apalagi yang ku mahukan sebenarnya? dalam usia ku yang semakin sedikit di dunia ini..
Bagaimana harusku relakan jiwa menerima kehadiran seorang adam dalam hidupku di kala hati ini tidak siap serta masih lagi terkejut dengan kata-kata mereka yang "ingin memiliki hati"? sedangkan kita semua tahu bahawa hati itu sendiri sebenarnya BUKAN MILIK KITA! TETAPI MILIK ALLAH..
Dan mereka menuduhku "keras hati" kerna menolak setiap adam yang hadir. 
( Ohh... Ya Robb berat sungguh soal hatiku ini. )

Tidak ada seorang pun yang ingin tahu bicara hatiku.Apa yang mereka inginkan hanyalah hasrat hati mereka ku tunaikan.Sedangkan hatiku masih merangkak mengenal erti taqwa kepada ALLAH, ibadahku sekecil zarah yang bila di tiup angin terbang entah di mana, kekuatan dan kepercayaan diri yang ku telah berikan sebelum ini pecah terhempas ke tanah dipenuhi darah dan airmata dendam yang cukup menyakitkan.Hanya DIA saja yang mampu mencantum kembali deraian kepingan hatiku itu..Hanya DIA yang mengerti kesakitan hati, hanya DIA yang menjadi Pengubat segala-galanya,hanya DIA yang bila ku jauh DIA mendekat.
Terpesona dengan Imam Al-Bukhari telah meriwayatkan dari hadits yang bersumber dari Anas Bin Malik Radhiyallahu 'anhu, Ia bertutur, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaii Wasallam bersabda: Allah Subhanahu Wata'ala berfirman;


"اذا تقرب العبد الى شيبرا تقربت اليه ذراعا, واذا تقرب الي ذراعا تقربت اليه با,واذا اناني بمشي آتيته هروله

"Apabila seorang Hambaku mendekatkan diri kepadaKu sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta, dan apabila ia mendekatkan diri kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa, dan apabila ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka aku datang kepadanya berjalan dengan cepat". ( Shahih Bukhari no 7405)



Demi Allah, sesungguhnya yang mempunyai perhatian besar kepada masalah agamanya, dan sedar dengan kelalaian serta berharap pada hari kiamat kelak termasuk orang-orang yang selamat, pasti ia akan bersungguh-sungguh sepenuh hati untuk mengetahui hal-hal apa saja yang dapat menyelamatkan hati dan terapi penyembuhannya disamping ia menghindari dan menjauhi segala hal yang dapat merosak atau membinasakannya.Ya, ku memerlukan masa untuk menyembuhnya kerana tiada siapa yang memahami hati melainkan ALLAH hingga tiba masa segala ujian yang pahit dan sakit itu ALLAH ganti dengan sesuatu yang lebih baik. Firman ALLAH dalam surah Al Insyirah ayat 5-6:


“Oleh itu (tetapkanlah kepercayaanmu) bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan. Sesungguhnya (sekali lagi ditegaskan) bahawa tiap-tiap kesukaran itu disertai kemudahan” .

ALLAHU AKHBAR..segalanya kini telah sembuh, Alhamdulillah..

Kehidupanku kembali seperti biasa, ceria dan matlamat untuk membahagiakan orang lain terus berjalan hingga berubah menjadi periang dengan kehadiran "Awak" dalam kembara hidupku.Namun sebelum kehadiran "Awak" Ayat-ayat Cinta ALLAH adalah penyembuh hati yang tidak pernah mengecewakanku malah menenang dan menyubur bunga-bunga iman di hati. (^^,). Kata kakakku "ALLAH sayang kat kita dan tiap yang berlaku ada hikmahnya."Awak" sepertinya jawapan dalam doaku, teman di saat ku perlukan, seorang penghibur yang bisa membuatku tersenyum 360 darjah hingga ku terlupa akan doa yang telah lama ku pohon. "Awak", insan terbaik yang ku ingin jauh untuk menjaga hati namun terasa "Awak" seperti dekat.Malah ayah bonda turut merestui persahabatan dengan "Awak".Jazakallahu khairan khasiran ya "Awak" atas segala nasihat, masa,wang ringgit yang telah diberikan padaku..Ku doakan "Awak" bahagia berjaya di dunia dan akhirat serta bertemu pasangan beriman dan terbaik yang akan menemani "Awak" dalam susah dan senang. 

(^^,)..

Cukup ALLAH saja pemilik hati ini, hanya ALLAH jua yang tahu apa yang bakal berlaku.Sedang pemilik hatiku setelah ALLAH dan Rasul masih lagi kepunyaan ayah dan bonda, mengharap doa dan restu kembara menuju anak solehah dan ketaqwaan kepada ALLAH.Ku yakin dan pasti, Allah telah atur yang terbaik untukku pada saat yang tepat. Salam Aidilfitri mohon maaf segala khilaf, semoga kita semua sentiasa dalam redha ALLAH Bahagia berjaya di dunia dan akhirat.

Menjejakkan kaki ke gigi air..baju tak basah, kaki berpasir..







Bingkisan Hati..

Tuesday, May 6, 2014

Doa Nabi Daud AS Memohon Cinta Allah


Nabi Daud ’alihis-salaam merupakan seorang hamba Allah yang sangat rajin beribadah kepada Allah. Hal ini disebutkan langsung oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Nabi Daud ’alihis-salaam sangat rajin mendekatkan diri kepada Allah. Beliau sangat rajin memohon kepada Allah agar dirinya dicintai Allah. Beliau sangat mengutamakan cinta Allah lebih daripada mengutamakan dirinya sendiri, keluarganya sendiri dan air dingin yang bisa menghilangkan dahaga musafir dalam perjalanan terik di tengah padang pasir. Inilah penjelasan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mengenai doa Nabi Daud tersebut:

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

“Di antara doa Nabi Daud ’alihis-salaam ialah:

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” Dan bila Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengingat Nabi Daud ’alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” (HR Tirmidzi 3412)

Setidaknya terdapat empat hal penting di dalam doa ini.

Pertama, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon cinta Allah. Beliau sangat faham bahwa di dunia ini tidak ada cinta yang lebih patut diutamakan dan diharapkan manusia selain daripada cinta yang berasal dari Allah Ar-Rahman Ar-Rahim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Apalah artinya seseorang hidup di dunia mendapat cinta manusia –bahkan seluruh manusia- bilamana Allah tidak mencintainya. Semua cinta yang datang dari segenap manusia itu menjadi sia-sia sebab tidak mendatangkan cinta Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sebaliknya, apalah yang perlu dikhawatirkan seseorang bila Allah mencintainya sementara manusia –bahkan seluruh manusia- membencinya. Semua kebencian manusia tersebut tidak bermakna sedikitpun karena dirinya memperoleh cinta Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Sebab itulah Nabi Daud ’alihis-salaam tidak menyebutkan dalam awal doanya harapan akan cinta manusia. Beliau mendahulukan cinta Allah di atas segala-galanya. Beliau sangat menyadari bahwa bila Allah telah mencntai dirinya, maka mudah saja bagi Allah untuk menanamkan cinta ke dalam hati manusia terhadap Nabi Daud ’alihis-salaam. Tetapi bila Allah sudah mebenci dirinya apalah gunanya cinta manusia terhadap dirinya. Sebab cinta manusia terhadap dirinya tidak bisa menjamin datangnya cinta Allah kepada Nabi Daud ’alihis-salaam.

Dari Nabi shollallahu ’alaih wa sallam beliau bersabda: “Bila Allah mencintai seorang hamba, maka Allah berseru kepada Jibril: “Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah dia.” Jibrilpun mencintainya. Kemudian Jibril berseru kepada penghuni langit: ”Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka kalian cintailah dia.” Penghuni langitpun mencintainya. Kemudian ditanamkanlah cinta penghuni bumi kepadanya.” (HR Bukhary 5580)

Kedua, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah cinta orang-orang yang mencintai Allah. Sesudah mengharapkan cinta Allah lalu Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah kasih-sayang dari orang-orang yang mencintai Allah, sebab orang-orang tersebut tentunya adalah orang-orang beriman sejati yang sangat pantas diharapkan cintanya.

Hal ini sangat berkaitan dengan Al-Wala’ dan Al-Bara’ (loyalitas dan berlepas diri). Yang dimaksud dengan Al-Wala’ ialah memelihara loyalitas kepada Allah, RasulNya dan orang-orang beriman. Sedangkan yang dimaksud dengan Al-Bara’ ialah berlepas diri dari kaum kuffar dan munafiqin. Karena loyalitas mu’min hendaknya kepada Allah, RasulNya dan orang-orang beriman, maka Nabi Daud ’alihis-salaam berdoa agar dirinya dipertemukan dan dipersatukan dengan kalangan sesama orang-orang beriman yang mencintai Allah. Dan ia sangat meyakini akan hal ini.

Sesungguhnya Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersada:
“Ruh-ruh manusia diciptakan laksana prajurit berbaris, maka mana yang saling kenal di antara satu sama lain akan bersatu. Dan mana yang saling mengingkari di antara satu sama lain akan berpisah.” (HR muslim 4773)

Ketiga, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar ditunjuki perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan cinta Allah. Setelah memohon cinta Allah kemudian cinta para pecinta Allah, selanjutnya Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar ditunjuki perbuatan dan amal kebaikan yang mendatangkan cinta Allah. Ia sangat khawatir bila melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan murka Allah. Beliau sangat khawatir bila berbuat dengan hanya mengandalkan perasaan bahwa Allah pasti mencintainya bila niat sudah baik padahal kualitas dan pelaksanaan ’amalnya bermasalah. Maka Nabi Daud ’alihis-salaam sangat memperhatikan apa saja perkara yang bisa mendatangkan cinta Allah pada dirnya.

Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah mencintai Ash-Shobirin (orang-orang yang sabar). Siapakah yang dimaksud dengan Ash-Shobirin? Apa sifat dan perbuatan mereka sehingga menjadi dicintai Allah?

”Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS Ali Imran ayat 146)

Keempat, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar menjadikan cinta Allah sebagai hal yang lebih dia utamakan daripada dirinya sendiri, keluarganya dan air dingin. Kemudian pada bagian akhir doa ini Nabi Daud ’alihis-salaam kembali menegaskan betapa beliau sangat peduli dan mengutamakan cinta Allah. Sehingga beliau sampai memohon kepada Allah agar cinta Allah yang ia dambakan itu jangan sampai kalah penting bagi dirinya daripada cinta dirinya terhadap dirinya sendiri, terhadap keluarganya sendiri dan terhadap air dingin.

Mengapa di dalam doanya Nabi Daud ’alihis-salaam perlu mengkontraskan cinta Allah dengan cinta dirinya sendiri, keluarganya dan air dingin? Sebab kebanyakan orang bilamana harus memilih antara mengorbankan diri dan keluarga dengan mengorbankan prinsip hidup pada umumnya lebih rela mengorbankan prinsip hidupnya. Yang penting jangan sampai diri dan keluarga terkorbankan. Kenapa air dingin? Karena air dingin merupakan representasi kenikmatan dunia yang indah dan menggoda. Pada umumnya orang rela mengorbankan prinsip hidupnya asal jangan mengorbankan kelezatan duniawi yang telah dimilikinya.

Jadi bagian terakhir doa Nabi Daud ’alihis-salaam mengandung pesan pengorbanan. Ia rela mengorbankan segalanya, termasuk dirinya sendiri, keluarganya sendiri maupun kesenangan duniawinya asal jangan sampai ia mengorbankan cinta Allah. Ia amat mendambakan cinta Allah. Nabi Daud ’alihis-salaam sangat faham maksud Allah di dalam Al-Qur’an:

“Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS At-Taubah ayat 24)

Saturday, March 22, 2014

J - O - D - O - H ..


"Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan makhluk-makhluk semuanya berpasangan; sama ada dari yang ditumbuhkan oleh bumi, atau dari diri mereka, ataupun dari apa yang mereka tidak mengetahuinya. " (Surah Yassin :36 )

Saban hari sebagai manusia kita akan terfikir, siapakah yang bakal ditentukan oleh Allah SWT untuk menjadi permaisuri hidup kita. Siapakah bakal suami atau bakal isteri yang akan berkongsi hidup bersama selamanya. Walaupun kita tidak mengetahui siapakah insan istimewa tersebut, namun manusia yang lemah seperti kita tetap mempunyai ciri-ciri idaman untuk bakal pasangan kita bukan?
Terkadang Allah tentukan seseorang yang begitu hampir dengan kita sebagai jodoh, dan terkadang mungkin jauh dari pandangan mata kita. Ada juga yang bercinta, mungkin bertunang bahkan mungkin sampai berkahwin namun andai itu belum jodoh yang diberikan Allah sudah pasti akan ada ujian dan cabaran.
Mungkin andai tiada jodoh di waktu percintaan, tidak begitu menyakitnya berbanding cinta yang terputus di apabila telah sampai bertunang dan lebih-lebih lagi apabila sudah ke alam perkahwinan. Mungkin pada nilaian mata manusia itu adalah keputusan yang tidak munasabah dan tidak memikirkan hati orang lain. Sememangnya manusia perlu berusaha untuk membina kebahagiaan yang telah dibina atas dasar kasih sayang. Tetapi apa yang lebih penting kebahagian diri perlu diutamakan.
Dan Allah SWT menjadikan ini semua sebagai asbab untuk kita dipertemukan dengan jodoh kita. Sesuatu yang perlu difikirkan. Istilah ‘tiada jodoh’ jika kita sama-sama teliti sebenarnya terkandung dua 3 perkara penting yang perlu difahami:
1. Hikmah pengajaran
Kerana manusia tidak sepanjang masa melakukan keputusan dengan tepat dan betul. Maka kesilapan yang dilakukan sudah pasti akan menunjukkan hikmah terhadap apa yang telah dilakukan agar dapat menjadi panduan pada masa yang lain.
2. Asbab bertemu jodoh
Perpisahan dalam perhubungan berkemungkinan Allah akan menggantikan dengan insan yang lebih baik, walaupun pasangan yang sudah bersama kita, dapat kita rasakan adalah yang terbaik. Namun perpisahan juga mampu menjadi asbab untuk bertemu insan yang lebih baik dalam mencinta diri anda.
3. Takdir
Inilah yang menjadi kenyataan penting yang perlu dihadapi dengan hati yang lapang. Pertemuan dan perpisahan adalah lumrah kehidupan yang perlu diterima. Mungkin anda pernah bercinta bagai nak rak, bertunang dan kemudian berkahwin untuk satu tempoh tertentu namun andai takdir Allah untuk berlaku perpisahan untuk pertemuan yang seterusnya maka hanya hati yang perlu menerima dengan redha. 





Salam Kembara Ke tanah besar China : Iman Ashikin  ( 22/3/2014 ) ( ^^,)

Sunday, January 19, 2014

Home Stay Taman Kempas

Assalamualaikum..

Allahumma Solli Ala Saidina Muhammad. Salam Maulidur Rasul kepada semua. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akhbar segala puji-pujian bagi ALLAH atas segala nikmat iman dan Islam serta segala pemberian-Nya.Maaf kepada semua pembaca kerana ku telah lama tidak menulis di sini.

Oh ya, kali ini ku ingin berkongsi sebuah tempat bersama kalian semua. Subhanallah, home stay ini sungguh selesa, lengkap dengan semua peralatan di dalam rumah serta berhawa dingin lagi. (^^,). Syukran Jazilan kepada Tuan Rumah En Selamat bin Sakyem atas keramahan dan layanan terbaik kepada kami sekeluarga. Hanya ALLAH yang bisa membalas kebaikan En Selamat Sekeluarga.Ameen.

Ok, Homestay Taman Kempas ini terletak di tengah-tengah bandaraya Johor Bahru. Dekat untuk ke Lapangan terbang,Senai. 6minit saja ke A-mart,bank,Subways,Tutti Frutti,Starbucks, KFC,Mc Donalds, Pizza Hut, Petronas, Hanya 10 minit dari tol kempas dan 25 minit ke pusat bandaraya Johor Bahru. Mudah hendak ke JPO  (Johor Premium Outlet, Kulai ),Hospital Sultanah Aminah Johor Bahru, Masjid Abu Bakar, Zoo Johor, Pasir Gudang Hospital Sultan Ismail dan Jusco Tebrau 20 minit saja.15 minit ke Angsana, Universiti Teknologi Malaysia.Malahan hanya 30 minit ke Nusajaya atau ke LegoLand,Newcastle University, .. Alhamdulillah3x.. Maha Penyayang Allah mempermudahkan segalanya.

Di sini..ku ingin berkongsi sedikit gambar Homestay Taman Kempas ini bersama kalian atas keizinan Tuan Rumah iaitu En Selamat. Sekiranya kalian berminat bolehlah menghubungi beliau terus di:

En Selamat Bin Sakyem
HomeStay Taman Kempas
Alamat :No.26, Dataran 1, 
             81200 Johor Bahru,
             Johor Darul Takzim
No. Tel: 012-524 7049 / 012-7969442
Email   : Drsel202@yahoo.com 



















Terbaiklah.. Insya ALLAH pasti kan datang lagi. (^^,) Terima Kasih dan kami sangat puas hati

Monday, December 2, 2013

Syahid Di Jalan Allah

Suatu ketika tatkala Rasulullah S.A.W sedang bersiap di medan perang Uhud, tiba-tiba terjadi hal yang tidak terduga. Seorang lelaki yang bernama Amar bin Thabit telah datang menemui baginda. Dia rupanya ingin masuk Islam dan akan ikut perang bersama Rasulullah S.A.W. 

Amar ini berasal dari Bani Asyahali. Sekalian kaumnya ketika itu sudah Islam setelah tokoh yang terkenal Saad bin Muaz memeluk Islam. Tetapi Amar ini enggan mengikut kaumnya yang ramai itu. Keangkuhan jahiliyyah menonjol dalam jiwanya, walaupun dia orang baik dalam pergaulan. Waktu kaumnya menyerunya kepada Islam, ia menjawab, "Kalau aku tahu kebenaran yang aku kemukakan itu sudah pasti aku tidak akan mengikutnya." Demikian angkuhnya Amar.

Kaum Muslimin di Madinah pun mengetahui bagaimana keanehan Amar di tengah-tengah kaumnya yang sudah memeluk Islam. Ia terasing sendirian, hatinya sudah tertutup untuk menerima cahaya Islam yang terang benderang. Kini dalam saat orang bersiap-siap akan maju ke medan perang, dia segera menemui Nabi S.A.W, menyatakan dirinya akan masuk Islam malah akan ikut berperang bersama angkatan perang di bawah pimpinan Nabi S.A.W. Pedangnya yang tajam ikut dibawanya.

Nabi S.A.W menyambut kedatangan Amar dengan sangat gembira., tambah pula rela akan maju bersama Nabi Muhammad S.A.W. Tetapi orang ramai tidak mengetahui peristiwa aneh ini, kerana masing-masing sibuk menyiapkan bekalan peperangan. Di kalangan kaumnya juga tidak ramai mengetahui keIslamannya. Bagaimana Amar maju sebagai mujahid di medan peperangan. Dalam perang Uhud yang hebat itu Amar memperlihatkan keberaniannya yang luar biasa. Malah berkali-kali pedang musuh mengenai dirinya, tidak dipedulikannya. Bahkan dia terus maju sampai saatnya dia jatuh pengsan.

"Untuk apa ikut ke mari ya Amar !" Demikian tanya orang yang hairan melihatnya, sebab sangka mereka dia masih musyrik. Mereka kira Amar ini masih belum Islam lalu mengikut sahaja pada orang ramai. Dalam keadaan antara hidup dan mati itu Amar lalu berkata, "Aku sudah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, lalu aku siapkan pedangku dan maju ke medan perang. Allah akan memberikan syahidah padaku dalam waktu yang tidak lama lagi."

Amar meninggal. Rohnya mengadap ke hadrat Illahi sebagai pahlawan syahid. Waktu hal ini diketahui Rasul S.A.W, maka baginda pun bersabda,, "Amar itu nanti akan berada dalam syurga nantinya." Dan kaum Muslimin pun mengetahui akhir hayat Amar dengan penuh takjub, sebab di luar dugaan mereka. Malah Abu Hurairah r.a sahabat yang banyak mengetahui hadith Nabi S.A.W berkata kaum Muslimin, "Cuba kamu kemukakan kepadaku seorang yang masuk syurga sedang dia tidak pernah bersyarat sekalipun juga terhadap Allah.

"Jika kamu tidak tahu orangnya." Kata Abu Hurairah r.a lagi, lalu ia pun menyambung, ujarnya, "Maka baiklah aku beritahukan, itulah dia Amar bin Thabit."


Demikianlah kisah seorang yang ajaib, masuk syurga demikian indahnya. Ia tidak pernah solat, puasa dan lain-lainnya seperti para sahabat yang lain, sebab dia belum memeluk Islam. 

Tiba-tiba melihat persiapan yang hebat itu, hatinya tergerak memeluk Islam sehingga ia menemui Nabi S.A.W . Ia menjadi Muslim, lalu maju ke medan perang, sebagai mujahid yang berani. Akhirnya tewas dia dengan mendapat syahadah iaitu pengakuan sebagai orang yang syahid. Mati membela agama Allah di medan perang. Maka syurgalah tempat bagi orang yang memiliki julukan syahid. Nabi S.A.W menjamin syurga bagi orang seperti Amar ini.

p/s:

Takziah untuk keluarga As syahid Ahmad Ammar, semoga rohnya di tempatkan bersama orang-orang beriman. Ameen3x..

Redha Allah dan Redha Manusia
Subhanallah, pada pagi kejadian, Ammar keluar menuju rumah pelajar-pelajar baru dari Asia Tenggara dengan semangat untuk berkongsi ilmu dan bermuzakarah Rasail Nur karangan Imam Bediuzzaman Said Nursi. Malah catatan terakhirnya dan di masukkan ke dalam beg sandang beliau berbunyi:


“Perlu ada keredhaan Allah dalam amalan kalian. Sekiranya Allah redha sedangkan seluruh dunia berpaling daripadamu, maka itu tidak penting. Jika Dia telah menerima amalanmu sedangkan seluruh makhluk menolak maka ia tidak memberi apa-apa kesan pun… Kerana itu lah sepatutnya hanya redha Allah semata-mata yang menjadi tujuan utama di dalam khidmat dakwah ini.” 


Petikan dari; http://cikmatahariku.blogspot.com/2013/11/redha-allah-dan-redha-manusia

Tuesday, November 26, 2013

RinTih Hati

Ya Allah..
 di mana lagikah orak langkah kakiku ini hendak ku bawa..
Hidup bagai di penjara..
Hatiku kian remuk di siat secebis demi secebis
bak kertas yang tiada bererti..

Ya Allah..
tiada siapa yang memahami hatiku ini
Melainkan-Mu
Di mana dapat ku temui cinta sejati...
kecuali pada Maghfirah-Mu...
ke mana lelah hati ini harus berlabuh...
kecuali pada titian kasihMu...

Ya Allah..
Jadikanlah hati yg lemah ini ya Allah...
tertaut hanya pada CintaMu
tertambat kukuh hanya padaMU...
Aku mohon dengan sangat pada redha dan hidayahMu 
atas segenap keputusanMu
kedamaian setelah matiku...
kenikmatan memandang wajahMu...
Dan kerinduan untuk bertemu denganMu...
 Izinkan daku merasai detik itu Ya Allah..
Ampunilah diri ini yang tidak berharga Ya Allah...
Penuhilah kehinaannya dengan keindahan RahmatMu’