When calamity strikes and hopes are low.. Remember Allah and constantly follow, The ways of Islam in all that you do, For if you remember Allah, Allah will remember you, So do not despair for after a rainfall, surely comes a rainbow, And pray your salat, And make your knowledge grow....
RAMADAN bulan rahmat. Semua kita tahu mengenainya, malah hadis Rasulullah s.a.w bermaksudnya: "Awal Ramadan adalah rahmat, di tengahnya keampunan dan akhirnya selamat daripada api neraka."
Kita biasa mengungkap perkataan rahmat dan ada orang yang memahaminya manakala yang lain tidak faham. Kesempatan bulan rahmat ini mari kita menyelami makna rahmat bersama.
Dalam bahasa Arab makna rahmat antaranya merujuk kepada lembut hati, lembutnya laksana tanah yang lembut mudah menyerap air dan kemudian membekalkannya kepada tumbuhan untuk hidup subur.
Begitulah bandingannya orang yang mendapat rahmat, hati yang lembut menjadi subur menerima benih iman kemudian tumbuh daripadanya pokok takwa yang buahnya ialah ibadat dan amal soleh serta akhlak terpuji.
Rahmat juga bermaksud melakukan kebaikan lebih banyak daripada apa yang kita dapat. Orang yang mendapat rahmat bukan saja berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepadanya, malah berbuat baik juga kepada mereka yang buat jahat.
Orang yang macam mana mendapat rahmat? Orang yang mendapat rahmat ialah orang yang pandai bersyukur.
Perkataan rahmat pula disebut 113 kali dalam al-Quran dan tujuan kedatangan rasul 'rahmatan lil alamin' iaitu memberikan rahmat kepada seluruh isi alam.
Hati yang mendapat rahmat ialah hati yang mencintai Allah. Apabila Allah sudah dicintai, segala suruhan-Nya akan dilakukan dengan mudah.
Bukankah begitu? Orang, kalau dah bercinta yang seronok memanglah seronok, tetapi yang kurang seronok pun akan menjadi seronok juga. Itulah ajaibnya cinta.
Solat menjadi seronok, puasa walaupun laparnya luar biasa, tetapi dilakukan dengan tabah. Itulah tanda mendapat rahmat.
Ramadan adalah bulan turunnya al-Quran. Dalam al-Quran perkataan rahmat juga sering digandingkan dengan al-Quran.
Jadi, untuk mendapat rahmat juga kita sepatutnya mendampingi al-Quran dengan membaca, meneliti dan memahami, kemudian melaksanakannya.
Bagaimana hendak mendapat rahmat, kalau baca pun kita tidak suka, cepat jemu dan kalau baca pun banyak salah? Jika baca betul, belum tentu faham. Kalau faham, tafsirnya pula tidak tahu. Sudah faham, tetapi kadangkala tidak ikut pula.
Tanda lain untuk mendapat rahmat ialah mereka yang berbuat baik kepada ibu bapa. Caranya ialah mentaati perintah mereka, gembirakan mereka, tunaikan segala hajat mereka selagi termampu dan penuhi keperluan mereka.
Jangan sesekali menyakiti mereka, baik perasaan atau fizikal, malah sentiasa berdoa sewaktu mereka hidup atau mati.
Rasulullah s.a.w. bersabda, maksudnya: "Reda Allah akan bersama dengan reda ibu bapa."
Pendek kata rahmat ialah segala kebaikan dan daripada kebaikan itu lahirlah ketaatan. Pada bulan yang mulia ini marilah beramal dengan sebaiknya agar apabila berlalu Ramadan kita mendapat takwa yang menjadi mercu tanda ikhlas.
P/S : Kepada semua yg sudi membaca blogku ini, ku ucapkan Jazakallahu khairan khasira atas segalanya.Sesgguhnya diri ini biasa2 jua, setiap artikel yg di pamerkan lebih tertuju kepada diri sendiri sebenarnya...moga ada manfaat yg boleh kalian ambil.
Di kesempatan ini, ku ingin memohon kemaafan lahir batin terutamanya kepada mereka yg mengenali diriku ini. Maaf atas sgala khilaf yg diperbuat. Selamat Menyambut Idul Fitri semoga kegembiraan mewarnai hari2 kalian semua berjaya di dunia & bahagia di akhirat. Eratkanlah ukhuwah & silaturahim sesama kita agar kemanisan Iman terasa di hati...Berhati2 memandu ketika pulang ke kampung halaman. Semoga selamat sampai ke destinasi & dipermudahkan segalanya.( Jangan lupa baca doa naik kenderaan ya ).
Saling mendoakan juga buat semua muslimin muslimat di seluruh dunia terutama di bumi Palestin.Semoga Islam kan memilikinya kembali.Takbir ALLAHU AKHBAR! ALLAHU AKHBAR! ALLAHU AKHBAR!...Al- Fatihah..ameen...
Salam kemenangan,
Dari kami sekeluarga..
ABAH EMAK NORASHIKIN(^^,) MOHD AZLAN NOOR AISYAH NOR PAZLIN...
Kepalaku berat..telingaku bingit..hatiku panas tidak keruan tatkala menonton rancangan2 di televisyen.Terlalu banyak hiburan dan "penyanyiwan" "penyanyiwati" (istilah aku) yang ingin di lahirkan pada masa kini.Apa?Masih kurangkan masalah negara dan umat yg perlu dibincangkan? atau sekadar masalah yg di anggap tidak "fofular" dan terlalu kecil,remeh untuk di cari titik temu dan jalan penyelesaian...
lebih kepada nafsi2kah?...betul juga kan...kubur asing2... masalah engkau selesaikan sendiri, masalah aku sendiri mau ingat? begitu....
Hilang sudahkah keimanan dan kasih sayang dalam diri?....di mana sensitiviti diri.... atau semua nak ikut nabil dengan ayat azimat ( Lu fikirlah sendiri! ) huhu...kesian3!!
Sedih, sayu hati... macam2 berligar di kepala tatkala melihat fenomena ini.Cukuplah...Hentikan... Adakah kita ingin menjadikan "penyanyiwan" "penyanyiwati" itu sebagai perajurit yang bakal bertempur mempertahankan tanah air kita daripada di serang suatu hari nanti? apakah mustahil bahawa Malaysia akan KEMBALI dijajah malah di GANYANG seperti Saudara kita di bumi Palestin?...
"Engkau ni terlalu ekstrimlah, Malaysia kan aman damai.walaupun berbilang kaum, kita mampu bersatu dalam mempertahankan tanah air tercinta"kata rakanku.Apa buktinya kita bersatu cuba lihat dari segi warna politik sekarang ini....? Ya, aku mungkin eskstrim...tapi aku xsanggup melihat sesalan di kemudian hari.Malah untuk membantu saudara seaqidah di bumi anbiya sahaja belum berkemampuan...itu belum masuk bab Mujahadah pada diri lagi?...adakah sudah berjuang habis2san untuk memerangi nafsu serakah yang kadang lebih berdisiplin dan menguasai diri berbanding Cahaya Iman...? Ohh...jawab dalam hati.... -.-
kalian nilailah sendiri, fikir2kan...adakah kalian ingin Chin Peng di sambut dengan permaidani merah apabila dia pulang ke Malaysia...ataupun bantahan agar dia tidak terus menjejakkan kaki di bumi Malaysia ini...
P/s: maaf penulisan agak serabut dan sedikit beremosi...ku sertakan sekali video ini untuk renungan bersama.....
Nafasmu adalah amanahmu.. Buatlah ia semakin mmburu saat berjuang karena-Nya dan semakin mendesah saat berserah diri pada-Nya Semoga Allah berkenan mengabadikan nafas ini di jannah-Nya
Takbir adalah seruan hakiki karena dengannya dien ini membahana Takbir adalah seruan penyemangat karena dengannya hati ini tegar Disana (Cilember) kita akan meninggikan takbir bersama..
Jika esok nafas ini terhenti mungkin sujud panjang malam ini begitu berarti Jika menangis di ujung hari adalah penyesalan mungkin menangis malam ini adalah lentera-lentera harapan Karena kita hanya singgah sebentar, disini..
Sahabat itu laksana cermin Pandanglah matanya.. dan dapati wajahmu di bola matanya
Cermin tak pernah berbohong akan indahnya rupamu atau buruknya parasmu bahkan mungkin hal-hal kecil yang tidak kau sadari
Seperti itulah sahabat.. yang mengingatkan akan sekecil-kecilnya kesalahan yang menawarkan akan sebaik-baiknya perbuatan yang memahami warna-warni di setiap bilik hatimu
Jagalah ia.. Cermin diri yang sering terlupakan
Laksana titik-titik embun yang mewarnai pagi warnai hati ini ya Allah dengan titik-titik hikmah bertaburkan kebenaran
Manusia adalah aktor kehidupan di skenario-Nya Yang Maha Sempurna Tapi sayang.. banyak manusia yang tidak mengetahui betapa indahnya skenario itu dengan hati yang lemah banyak manusia yang menjadi aktor di skenarionya sendiri Padahal Allah menjanjikan surga bagi siapa pun yang berperan dengan baik.. tak lebih dari itu
Jalan da'wah itu panjang ia dirawat dengan penuh kasih sayang disiram dengan keistiqomahan dan dipetik dengan penuh kesabaran
Kalau cinta bukanlah cinta sebelum ia dilaksanakan maka pilihlah kemana kau akan mencinta sebelum ia tertunaikan sebab hidup adalah pilihan Cintailah Yang Maha Memberi Cinta karena bagi Dialah cinta suci
Ketika malam berbias cahaya bintang dan jarum waktu berputar di episode yang baru kubawa hati ini khusyu' dalam do'a
Ya Allah.. pijarkan lentera di hatiku agar terang jalan yang 'kan ku lalui agar bermakna perjalanan hidupku ini agar tergapai cita-citaku di esok hari
Ya Allah.. teguhkanlah hatiku
Andaikan jalan ini dibuat lurus niscaya manusia langsung melihat kegemilangan di ujung jalan..
Namun Allah menjadikan jalan ini berliku yang ujung jalannya sulit diterka supaya terlihat mana manusia yang yakin akan kegemilangan di ujung jalan dan mana manusia yang ragu dalam menapaki setiap langkah
Semoga tiada keraguan bagi kaki ini tuk melangkah
Menangislah di hamparan sajadah panjang saat hati ini berhimpun dalam cinta pada-Nya sebab kita manusia biasa yang hanya bisa berharap dari tajuk-tajuk do'a
Berdoalah.. Rasulullah saw berdoa dalam shalatnya hingga bengkak kedua lututnya Umar ra tak bisa hidup lebih lama di dunia ini jika tidak ada qiyamul lail
"..mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.." (Adz-Dzariyat:17)
Segala malapetaka berawal dari pandangan mata laksana api yang berkobar dari sebuah percikan kecil Betapa banyak orang yang dilumpuhkan oleh pandangan matanya
puas matanya namun merana batinnya
Istirahatnya seorang mujahid adalah ketika ia menghembuskan nafas terakhirnya sesibuk apapun kita belum sesibuk para sahabat ra saat mempersiapkan Perang Badar JANGAN PATAH SEMANGAT
Ya Allah Yang Maha Suci Sucikan wajahku dengan air mata tangisku Sucikan lisanku dengan alunan dzikir mengingat-Mu dan sucikan hatiku dengan rasa takut kepada-Mu ya Allah bimbing suci hatiku..
Kan kuhiasi wajahku dengan senyuman penuh keikhlasan hingga damai dan ceria duniaku
Kan kuhiasi hatiku dengan mendekat kepada-Mu hingga indah seluruh amal ibadahku
Kan kuringankan tanganku tuk bersedekah hingga mulia derajat insan yang merindukan nikmat-Mu
Ya Allah.. Aku niatkan puasaku di ramadhan suci yang penuh berkah ini..
Sekalipun kaki ini diciptakan untuk melangkah ke mana saja dan sekalipun ntangan ini diciptakan untuk dapat meraih apa saja namun apabila hati ini tidak digerakkan oleh Allah maka amal tidak akan ada.. hati-hati hati.
Masih terlalu sedikit amunisi yang terisi padahal medan juang semakin berat dan amanah langit dan bumi terus membebani
Semoga khusyuknya sujud dan merdunya tilawah selalu menghiasi hari-hari kita..
Rindu itu menyiksa tapi melupakan itu penderitaan Tapi tidak bagi orang yang merindukan kehadiran-Nya Kerinduan pada-Nya akan membawa ketenangan karena kepada-Nya bermuara segala pengharapan..
Jiwa-jiwa penghuni surga adalah jiwa-jiwa yang mampu menghadirkan wajah-wajah sahabatnya di setiap renungan malamnya dan dalam renungan itu terurai sebuah cita-cita Di surga jiwa-jiwa itu akan bertemu itulah pertemuan terindah bertemu para sahabat yang saling tsiqoh, tanpa keraguan
Pucuk-pucuk harapan tersurat dalam tajuk-tajuk doa: Semoga hari esok selalu lebih baik dari hari ini Semoga kesuksesan masa lalu tercatat dalam lembar-lembar terbaik Semoga cita-cita masa depan diraih dengan langkah yang pasti Semoga tiada kesia-siaan atas nafas yang telah dihembuskan Semoga Allah berkenan memberikan nafas yang panjang..
Subhanallah.. Tiada cita-cita terindah selain berjumpa dengan-Nya Fani'ma uq baddaar.. betapa indah tempat berkesudahan itu semoga asa dan cinta kan abadi di sana
Nafasmu adalah amanahmu Buatlah ia semakin memburu saat berjuang karena-Nya dan semakin mendesah saat berserah diri pada-Nya semoga Allah berkenan mengabadikan nafas ini di jalan-Nya
Sungguh.. sampai hari ini darah-darah mujahid masih mengalir di nadi-nadi kami Di bawah naungan pedang kami berjuang Di altar-altar surga jiwa kami akan bersafari ALLAHU AKBAR!
Dunia yang bergerak tidak dihuni oleh orang-orang yang tidur Dunia yang bergerak digerakkan oleh orang-orang yang bergerak pula maju ke hadapan ! karena di ujung sana tujuan kita, bukan di belakang Berderap di Jalan Panjang..
Wahai mujahid-mujahidah jika kamu sanggup berdiri, berdirilah.. jika kamu sanggup berlari, berlarilah.. jika kamu sanggup bertakbir, tinggikanlah takbirmu.. karena desah nafas ini tak selamanya mengalir..
kisah hidup kita akan terus berganti suka.. duka.. hanya satu yang pasti bahwa selalu ada takdir yang Allah jalankan di setiap episode kehidupan kita karena skenario-Nya begitu sempurna..
Persinggahan ini hanya sementara tidaklah lama.. "Kehidupan yang kita jalani ibarat es yang mencair" Maka ukirlah kebaikan dengan sebaik-baiknya karena mungkin esok kita akan kembali pada-Nya
Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar Medan tarbiyah memang selalu ada di mana-mana Dengan ayat-Nya kita belajar agar Allah meninggikan derajat kita karena kita adalah 'khoiru ummat'
Mari berhenti sejenak.. mengumpulkan tenaga untuk perjalanan yang jauh menguras segenap khilaf dan dosa memurnikan kembali niat dan cita-cita menyempurnakan amal yang tertunda..
Dimana pun kita berada ternyata kita masih menatap wajah bulan yang sama Dia berbagi ceria ke setiap sudut bumi Tak lelah menyapa.. Resapi kesetiaannya Pelajari perilaku adilnya..
Bersabarlah.. Sungguh ujian-Nya merupakan skenario terbaik Dalam hening dan khusyuk doa orang-orang yang tabah Allah bersama dan mendengar do'a mereka Ishbiru ya ikhwah fillah...
Hadirkan Islam dalam hatimu hari ini niscaya engkau akan merasakan keindahan Islam sepanjang usiamu.. Selamat Hari Lahir Semoga ALLAH berkati miladmu..
Terlalu mudah untuk jenuh terlalu cepat merasa lelah padahal Allah tidak jenuh-jenuhnya memberikan nafas kehidupan kepada kita Maka berlarilah untuk mendekat dan ta'at di saat yang lain terdiam dan rapuh
Ayo bangun.. Jangan bermalas-malasan Bergerak maju ke hadapan karena di depan tujuan kita, bukan di belakang.. Berkaryalah sebaik-baiknya karena hari ini adalah bagian dari mozaik kehidupan kita yang terindah..
Jalan da'wah kita.. Jalan yang pernah ditempuh seorang budak hingga ia disiksa]
Jalan yang pernah memisahkan Nuh as dan keluarganya
jalan yang menjadikan seorang Ibrahim as terpaksa harus terbakar hidup-hidup
Jalan yang menghantarkan kita menjadi manusia yang lebih baik
Inilah jalan da'wah kita Kita harus mengetahui konsekuensi logis dari jalan ini kerikil tajam yang berserakan terasing menjadi generasi ghuroba..
Ibarat sebuah kereta maka lihatlah di posisi mana kita berada Apakah sebagai penumpang di dalam kereta atau sebagai orang-orang yang berada di luar Ikut bersama orang-orang yang bergerak atau tertinggal jauh di belakang..
Tidak ada yang salah dengan keterasingan karena heningnya menjanjikan kedamaian Lembar-lembar sajadahnya akan menjadi saksi bahwa diri ini pernah memautkan hati di masjid ini Selamat menunaikan i'tikaf terbaik, ya Saudaraku..
Barangkali diri ini masih jauh dari pribadi yang ihsan pribadi yang tetap berdiri kokoh di tengah-tengah kesendiriannya Cukuplah Allah sebagai pepelihara jiwa dan raga Hasbunallahu wani'mal wakiil..
Kehidupan adalah perjalanan singkat antara rahim ibunda dan liang lahat antara tangis kelahiran dan tangis kematian
Allahu Rabbana.. jagalah diri kami dari kesia-siaan amal kami dari isti'jal dan kemalasan
Indahnya hidup karena singkatnya Asrinya hidup karena keterbatasannya Sehingga diri ini tidak bisa menyia-nyiakan usianya Jikalau hidup lama akankah kita terus berada di jalan-Nya? Rabb.. Bimbing hati kami menuju cahaya-Mu
1) COPY gambar amal Islam di atas. 2) kemudian pilih 10 orang sahabat anda dan wajibkan mereka melakukan perkara yang sama 3) itu sahaja..senang dan mudah
huhu...kepada Uncle...
Sebenarnya...aku xpandai nak tag2 orang ni...apapun uncle aku hargai dan berterima kasih kepada uncle dan kak tie kerana sudi berkawan setia dengan blogku...(maaf kak tie ayat nie sudahku perbetulkan dan inilah maksudnya yg sebenar)
kepada uncle terima kasih banyak2...
kepada sesiapa yg nak tag diri sendri silakan...dan terimalah bagged ini...
"Indahnya kalammu wanita solehah yang berjuang disisi mujahid soleh.... Seindah-indah perhiasan dunia adalah wanita yang solehah...”
Kumulakan warkah ini dengan bait indah yang ditinggalkan Rasulullah saw kepada seisi alam. Wanita solehah! Idaman semua muslimin di alam maya ini. Alhamdulillah, itulah anjuran Islam yang kita cintai, pilihlah wanita yang mampu menyejukkan pandanganmu dan juga baitul muslim yang bakal dibina tika sampai saat itu, insyaAllah.
”Dinikahi seorang wanita itu kerana empat perkara hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah hal keagamaannya, maka beruntunglah kedua-dua tanganmu..”
Wanita solehah idaman mujahid soleh yang malunya menjadi perisai dirinya, yang zikirnya menjadi penawar dirinya; tak gentar di acah mehnah duniawi kerana dia rindukan wangian syurgawi, dia berpegang pada janji yang terpatri di lubuk hati. Telah dinukilkan panduan sepanjang zaman, itulah lirikan utama buatmu memilih calon isteri. Tiap baris itu telah menjadi hafalanku sejak aku mengenali dunia baligh ini.
Jika harta yang kau idamkan, ketahuilah diriku tidak punya apa-apa harta di dunia ini melainkan ilmu agama yang telah dititipkan buatku oleh mama dan abah. Tiada harta untuk kupersembahkan, hanya ketenangan yang mampu aku sediakan buatmu kerana aku pernah terbaca kata-kata ...
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikannya di antaramu rasa kasih dan sayang.¨ (Rum: 21)
Jika keturunan yang mulia itu yang kau dambakan, ketahuilah jua aku di bawah pengawasan Allah sebagai penjaga mutlak diriku. Aku adalah keturunan mulia, ayahanda Nabi Adam as dan bonda Hawa a.s, sama seperti mu.
”... maka bertawakkallah kepada Allah, sesungguhnya Allah mengasihi orang yang bertawakal kepadaNya. Jika Allah menolong kamu maka, tiada seseorangpun yang boleh menghalang kamu, dan jika ia mengecewakan kamu, maka siapakah yang dapat menolong kamu sesudah Allah (menetapkan demikian) ? dan ingatlah kepada Allah jualah hendaknya orang yang beriman itu berserah diri...” (Ali Imran : 159-160)
Kecantikan, itulah pandangan pertama setiap insan. Malah aku meyakini bahawa kau juga tidak terlepas seperti insan yang lain. Ketahuilah, jika kecantikan itu yang kau inginkan daripada diriku, kau telah tersalah langkah. Tiada kecantikan yang tidak terbanding untuk kupertontonkan padamu. Telah aku hijabkan kecantikan diriku ini dengan amalan ketaatan
kepada tuntutan agama yang kucintai. Kau hanya membuang masa jika kau menginginkan kecantikan lahiriah semata-mata. Aku memerlukan engkau untuk bersama-samaku menegakkan dakwah islamiyyah ini, dan aku merelakan diri ini menjadi penolongmu untuk membangunkan sebuah markas dakwah dan tarbiyyah ke arah jihad hambaNya kepada Penciptanya yang agung. Pendirianku...pernikahanku akan ku jadikan medan pencarian ilmu agama sebagai risalah demi meneruskan perjuangan Islam. Aku masih kekurangan ilmu agama, tetapi berbekalkan ilmu agama yang telah dibekalkan ini. Aku ingin menjadi isteri yang sentiasa mendapat keredhaan Allah dan suamiku untuk memudahkan aku membentuk usrah muslim antara aku, suamiku dan anak-anak untuk dibaiahkan dengan ketaatan kepada Allah Yang Maha Esa. Aku bercita-cita bergelar pendamping solehah, seperti mana yang dijanjikan Rasul,
" Semoga Allah memberi rahmat kurnia kepada lelaki yang bangun di tengah malam lalu dia sembahyang dan membangunkan isterinya, maka sekiranya enggan juga bangun untuk bersembahyang, dia merenjiskan air ke mukanya. Semoga Allah memberi rahmat kurnia kepada wanita yang bangun di tengah malam lalu bersembahyang dan membangunkan suaminya. Maka jika dia enggan, dia merenjiskan air kemukanya." (Riwayat Abu Daud dengan Isnad yang sahih) Renungilah FirmanNya ini, lalu kau akan tahu hakikat diriku dan dirimu dipertemukan oleh Allah atas namanya pertemuan.
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan lelaki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (An Nisaa’ : 1) "
Kaum lelaki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh kerana Allah telah melebihkan sebahagian mereka (lelaki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan kerana mereka (lelaki) telah menafkahkan sebahagian dari harta mereka". (An-Nissa':34)
Membenarkan seperti apa yang telah Dia katakan dalam QalamNya yang mulia. Aku meyakini bahawa engkau adalah pemimpin untukku. Jadikanlah suatu pernikahan itu sebagai asas pembangunan iman dan bukannya untuk memuaskan bisikan syaitan yang menjadikan ikatan pernikahan sebagai tunjang nafsu semata-mata. Moga diriku dan dirimu sentiasa didampingi kerahmatan dan keredhaanNya. Lakukanlah tanggungjawabmu itu dengan syura kesabaran, qanaah ketabahan moga kita akan menjadi salah satu daripada jemaah saf menuju ke syurga insyaAllah.
Aku tidak menginginkan hantaran bersusun, mas kahwin yang hanya akan menyebabkan hatiku buta dalam menilai erti kita dipertemukan oleh Allah atas dasar agama. Cukuplah seandainya, maharku sebuah Qalam Mulia, Al-Quran, dan hadis-hadis Nabawi kerana aku meyakini bahawa Qalam itu mampu memimpin rumahtanggaku dalam meraih keredhaanNya bukan kekayaan dunia yang bersifat sementara. Jua tidak ternilai harga maruah diriku untuk dibanding dengan nilai wang ringgit atau nilai duniawi. Selaras jua dengan hadis Nabi, aku mahu jadi wanita yang punya barokah.
“Seorang wanita yang penuh barakah dan mendapat anugerah Allah adalah yang maharnya murah, mudah menikahinya, dan akhlaknya baik. Sebaliknya, wanita yang celaka adalah yang mahal maharnya, sulit menikahinya, dan buruk akhlaknya”
Bantulah aku dalam menjayakan agama Allah, kerana ia adalah laluan untuk aku menyempurnakan separuh daripada agamaku, insyaAllah. Akhlakmu yang terdidik indah oleh ibu bapa dan orang sekelilingmu, itulah yang aku harapkan daripada kekayaan duniawi yang kau sediakan.
Tidak lagi wujud keborosan dan kebakhilan kerana semuanya berada di dalam udara Qana'ah (berpuas hati dengan apa yang ada), redha dan yakin bahawa dunia ini bukanlah negara Janatunna'im. Lihatlah rumahtangga Rasulullah s.a.w kadang-kadang berlalu sebulan demi sebulan, pernah dapurnya tidak berasap kerana tidak ada bahan makanan yang dapat dimasak. Walaupun demikian susahnya, rumahtangga Rasulullah s.a.w tetap menjadi rumahtangga yang paling bahagia yang tidak ada tolok bandingnya hingga ke hari ini.
.::. Ya Allah, gembirakan kami dengan redhaMu.::.
p/s: moga sama2 muhasabah diri..bagi menjadikan diri yang terbaik..amiin =)
sumber di petik: www.iLuvislam.com nurinaqistina Editor: everjihad
Approaching God with our hearts No fear nor grief for whom He guides His rope is strong and will never waver His provision is there for all who are in need
In every place, at every time Above you is The Glorious Caretaking Lord In every place, at every time You have a Lord who loves you and will never forget you
Do we know our Lord? Do we see our Lord’s blessings? Do we know our Lord? Do we thank Him... or have we forgotten.. that His servants... we are [ www.thenasheedlyrics.com ]
In His Dominion we exist for as long as He wills And we call upon His bounty through prayer And seek His favors through hope For He is our refuge when difficulty strengthens its hold
In every place, at every time Above you is a Gloriouscare Taking Lord In every place, at every time You have a Lord who loves and will never forget you
Do we know our Lord? Do we see our Lord’s blessings? Do we know our Lord? Do we thank Him... or have we forgotten.. that His servants... we are
My heart is Allah’s, My soul is Allah’s My wealth is Allah’s
Kulemparkan pandanganku jauh ke tengah lautan.Menyusuri pasir pantai yang landai sendirian.Terimbas di kotak fikiran kenangan bersama teman-teman sewaktu di alam persekolahan,program-program dan juga di Universiti datang silih berganti.Wajah-wajah ceria itu amat ku rindui.Ku bermonolog sendirian "Kapankah bisa ku temui mereka lagi?".
Hari berganti hari, terasa masa berlalu begitu pantas sekali.Harini usiaku bertambah 1 lagi.Maka sesuai dengan amanah yang sedang dan akan kupikul."Waduh!! kok penasaran ya jadinya....ya begitulah yang namanya kehidupan".Sekadar sebuah perhentian yg hanya detik waktunya seumpama detik waktu kita dilahirkan di sambut dengan azan,dan mati kita di iringi dengan Solat begitu singkatnya sebuah kehidupan.
ALLAHU AKHBAR3X!!!
Maha Pemurah lagi Maha Penyayangnya ALLAH,Maha Baik dan segala sifat yang sempurna hanya layak bagi-Mu ALLAH.Tidak terhitung nikmat yang begitu banyak telah diberikan-NYA padaku di dalamku meniti hari-hari.
Firman ALLAH S.W.T:
"Sesunggunya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.Maka dirikanlah Solat kerana Tuhanmu dan berkorbanlah" (Surah Al-Kautsar:1-2)
Hadiah Dari-NYA...
Alhamdulillah....tiada yang paling indah untukku tika ini.Dikurniakan teman, sahabat Soleh/Soleha di dalam menemaniku hari-hari untuk sentiasa mengingati ILLAHI.Ku ingin tersenyum waktu ini.Untuk kalian ku tujukan khas nasyid di bawah ini:
Nostalgia
Album : Amal Kerana Allah Munsyid : Shoutul Amal
Terkenang sebuah memori lalu Kisah persahabatan kita bersama Di dalam satu pengajian Menuntut ilmu dan pengalaman Mengingatkanku pengorbananmu Terpahat padu di kalbuku
Bersama rakan taulan dan guru Tawa riangmu menghiburkan hatiku Indahnya suasana ketika itu Terjalin ukhuwah sejati
Nasihatmu sungguh bermakna bagiku Mengenalkanku erti kehidupan Susah payah kita hadapi bersama Itulah asam garam dalam kehidupan
Ya Tuhanku tabahkan hatinya Kuatkan semangatnya untuk menghadapi hidup Limpahkanlah maghfirah dan kasih sayang-Mu Agar hidupnya sejahtera di dunia akhirat
Untuk teman2ku mawar agama yang sedang mekar di jambangan dakwah, ku doakan agar kalian bisa persis Mujahidah Tangguh agar bisa mengemban risalah-risalah dakwah sebagai hadiah untuk diri dan mereka yang Cintakan Islam serta mengajak hati-hati ini agar sentiasa dekat kepada SANG KEKASIH SEJATI berpandukan ajaran Rasulullah S.A.W...
Terkadang tidak dapat kunafikan bahawa Jalan ini terkadang perit,bermandikan darah dan airmata,ianya membutuhkan semangat yang luar biasa untuk terus Mujahadah di Jalan ini...Yakinilah wahai sahabat dan sahabiahku akan janjinya ALLAH kerna imbalannya kelak cukup besar hingga ngak bisa terungkap dek kata-kata.
Ku mohon kemaafan atas segala kekhilafanku pada kalian yang bernama Teman,sahabat dan kawan.Ku minta di halalkan segala makan,minum, masa yang ku ambil semasa bersama kalian.Teruskan perjuangan kalian...Takbir ALLAHU AKHBAR3!!!
Teristimewa...
Untuk Siti Hawa Samat..(umiku) tidak dapat ku balas jasamu hanya doa ku panjatkan moga dikau tetap sihat walafiat dan bahagia di samping keluargamu.Umi...terima kasih kerana telah menjadi Temanku yang paling akrab dan paling memahami dirini.Moga ALLAH menjadikanmu Bidadari yang paling cantik di negeri abadi.
Untuk Abd Hamid Mohamed ( abahku ) dikaulah rakan,sahabat, temanku yang paling sporting.Terima kasih atas segala ilmu yang di ajarkan kepadaku.Mohon seribu kemaafan kerna tidak dapat berkumpul bersama di majlis kesyukuran pada 22/11/2008 ini kerna ku mempunyai urusanku sendiri.
Farahana
Untuk sahabiahku Farahana Saman jazakillah atas segalanya...kerna dikau Sudi menemaniku sedari umur 6 tahun hingga kini.Hanya ALLAH saja yang bisa membalas sgala kebaikanmu temanku.
Untuk "my buddy" kak oya (dah puan) dan kak pah ( zarifah ) diri ini sentiasa kan merindui kalian.Terima kasih kerana sudi bersamaku dalam susah dan senang semasa kita menimba ilmu di menara gading.Begitu jua untuk sahabiah2ku semoga kita semua bahagia berjaya dunia dan akhirat.Insya ALLAH .amiiin.
kenangan bersama "My buddy" di tasik shah alam
Yang terkini...
Untuk kak liza(dophin) dan kak siti comel rakan sepejabatku...mohon segala tunjuk ajar kalian padaku dalam melancarkan tugasanku ini.Serta terima kasih atas segalanya...(maafkan gambar gagal upload)huhu...
Nyaman terasa hati ini...Kesyukuran Dalam Kemeriahan Hadiah Teristimewa dari Allah untukku... Masih banyak yang ku perlu pelajari.Langkah demi langkah perluku tapaki sebelum sampai ke negeri Abadi.
Alhamdulillah...Alhamdulillah...Alhamdulillah...
Norashikin 23 zulkaedah 1429hijrah 9.30am
p/s:Terima kasih atas ucapan,hadiah dan segala macam yang di berikan padaku. Terharu... Tak sabar rasanya ingin kembali berkumpul bersama teman2ku pada 22/11/2008 bersama penulis Fatimah Syarha Mohd Nordin pengarang novel Syabab dan Tautan Hati... (^^,)
Happy Birthday to me,hope my wish come true and May Allah bless Us.AL-Fatihah...
Menitik air mataku tika mengeringkan air daripada badan bapak,seusai di mandikan.Setelah itu, ku pakaikan bapak baju dan kutukarkan kain pelikatnya.Ku ambil bedak lalu ku sapukan pada muka dan badan bapakku biar wangi.Namun itu semua belum cukup untuk ku membalas jasa bapak.
Keadaan bapakku yang kian uzur di tambah dengan penyakit 'Alzheimer' sejak 3 tahun lalu sering meruntun hatiku untuk setiap minggu pulang ke kampung.Walaupun begitu,keletah bapak sering mencuit hatiku.Bagi bapak, aku adalah seorang cucu perempuan yang masih bersekolah.Setiap kali ingin pulang ke rumah ayah bondaku pasti bapak kan mengucup kedua-dua belah pipiku seraya memujukku agar tidak ikut pulang bersama ayah bonda.Tika itu, tidak dapat ku bendung lagi airmata ku daripada terus mengalir keluar.
Semasa kecilku, bapak seorang yang kuat bekerja.Dengan tulang empat keratnya bapak memecah keringat membanting tenaga sebagai seorang penoreh getah.Demi membesarkan 6orang anaknya.kini, anak sulong bapak merupakan pesara polis (pak long), manakala anak kedua dan keempat(bondaku) merupakan kakitangan Jabatan kesihatan Malaysia,anak bongsu pula bekerja di Pertubuhan Peladang dan anak ketiga dan kelima telah kembali ke Rahmatullah ketika masih kecil.
Aku kagum dgn bapak.Semasa ku di sekolah rendah ketika berusia 10 tahun, pernah ku berpagi-pagi untuk mengikut bapak menoreh getah.Alangkah seronoknya daku tika itu,dapat membonceng basikal tuanya.Di kebun getah, pokok getah di toreh untuk mendapatkan susunya.Kemudian susu2 getah yang telah ditoreh dikumpulkan menjadi satu dan di masukkan ke dalam baldi sebelum di biarkan untuk menjadi getah beku(scrap).Kemudian getah scrap tersebut di bawa ke tempat pemprosesan untuk di proses menjadi getah keping dan dijemur sebelum di jual kepada pemborong.
Pada waktu petangnya pula, bapak akan ke hutan untuk mencari kayu api bagi dijadikan bahan bakar masakan.Setelah itu, bapak akan ke kebun buah-buahan atau ladang kelapa sawit untuk menebas, membaja, meracun dan kadang kala memungut hasil apabila tiba musim buah-buahan.Bapak juga turut memelihara 10 ekor kambing.Biasanya seusai balik dari menoreh bapak akan mengeluarkan binatang ternak untuk di bawa ke padang ragut dan akan mengambilnya kembali tika dinihari.Pengalaman membawa kambing-kambing pulang ke kandang bersama-sama saudara maraku sewaktu kecil amat menyeronokkan.Terasa segala kenangan tersebut baru beransur kelmarin.
Perwatakan bapak yang tegas dalam mendidik cucu-cucunya tertumpah kepadaku.Masih tergambar di fikiran tatkala aku dan saudara-maraku yang sebaya kulas menunaikan Solat Fardu dan mengaji Quran pasti akan dileteri serta ada rotan ditangannya sekiranya kami 'tuang' Solat fardu.
Namun kini, kenangan terindah itu tinggal memori.Seusai pembedahan mata 3 tahun yg lalu, menyebabkan daya ingatan bapak semakin berkurang.Ini disebabkan oleh ketakutan yang amat sangat sewaktu pembedahan yang ingin di lakukan ke atasnya.Hanya pd Illahi ku memohon agar bapak sentiasa sihat dan bahagia di dunia dan akhirat.Segala pengalaman yang ku timba bersama bapak ku luahkan dlm tesis akhirku berkaitan dengan statistik harga getah di Malaysia.Alhamdulillah tesisku membuahkan hasil.
"Syukurku padamu Ya ALLAH atas sagala pemberian-MU selama ini padaku. Ya Rabb.. DIKAU terlalu baik padaku. ALLAHU AKHBAR..."
Kini ku semakin jauh dari alam kanak-kanak dan sedang menginjak ke alam dewasa.Debaran di hati kian terasa apabila diri ini bakal bertambah usia pada 21.11.2008 ini.Kini, giliran abahku pula menemani hari-hariku.Terima kasih Abah kerana telah menyediakan persiapan sejak 2 minggu awal sebelum menjelangnya Ulang tahunku kali ini.Abah...diri ini amat menyayangi dirimu...Hanya ALLAH S.W.T yang mampu membalas segala kebaikanmu padaku kerna membuatkan hari-hariku tersenyum gembira.
Kepada Emak, ratu hatiku dikau tetap bertakhta di hatiku.Terima kasih semua terutamanya pada adik2ku, keluarga,sahabat handai,guru-guru,murabbi,ikhwah wa akhwat atas segalanya.Hanya ALLAH yg mampu membalas kebaikan kalian semua.Semakin bertambahnya usiaku semakin dekatku menuju Negeri abadi untuk pulang pada KEKASIH SEJATI YANG DIRINDUI.
Firman ALLAH: "Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia tentukan ajal (kematian kamu) dan satu ajal lagi yang tertentu di sisiNya (iaitu masa yang telah ditetapkan untuk dibangkitkan kamu semula pada hari kiamat); dalam pada itu, kamu masih ragu-ragu (tentang hari pembalasan)" (ayat 2:Surah Al-An'aam)
"Dan (ingatlah), Allah tidak sekali-kali akan melambatkan kematian seseorang (atau sesuatu yang bernyawa) apabila sampai ajalnya dan Allah Amat Mendalam PengetahuanNya mengenai segala yang kamu kerjakan" (ayat 11:Surah Al-Munaafiquun).
8 November 2008 (Sabtu) 8.00 pagi - 1.00 tgh di Auditorium, Bangunan LPPKN Jalan Raja Laut KL Khas untuk Wanita
Program ini berbentuk Forum yang mengupas tentang permasalahan remaja wanita daripada sudut perubahan fizikal dan emosi, cinta, sahabat, teman sekerja dan sebagainya. Serta memberi kefahaman tentang asas fiqh wanita seperti mandi wajib, junub, solat, haid, nifas dan lain-lain lagi. Bersama dengan panel-panel yang kami jemput khas untuk anda mendapat ilmu, berkongsi pendapat serta bebas untuk bertanya.. iaitu
Ustaz Zamri Zainuldin -Personaliti TV9 dan Ustazah Nor Hafizah Musa - Bicara Ad-Deen Radio IKIM
Jemputlah datang beramai-ramai. Tidak kira usia, tua atau muda....miskin atau kaya, bekerja atau tidak bekerja, sudah berkahwin atau masih single...semua dijemput hadir. Dengan bayaran hanya RM 15.00 sahaja, anda juga dibekalkan dengan cenderahati yang kami sediakan serta makan pagi dan tengahari. Sebarang pertanyaan sila hubungi ;-
MARIAM 019-3508768 INTAN 019-2050319 MIRA 013-7351042
Sometimes when the world's not on your side You don't know where to run to You don't know where to hide You gaze at the stars in the sky At the mountains so high Through the tears in your eyes Looking for a reason to replace what is gone Just remember, remember That you are never alone...
You are never alone Just reach into your heart and Allah is always there You are never alone Through sorrow and through grief Through happiness and peace You will never be alone...
So now As you long for your past Prepare for your future But knowing nothing gonna last You see This life is but a road A straight and narrow path To our final abode So travel well o muslim And paradise will be your home And always remember That you are never alone...
“Sesungguhnya Allah telah menjadikan bagi segala sesuatu kunci untuk membukanya, Allah menjadikan kunci pembuka shalat adalah bersuci sebagaiman sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ‘Kunci shalat adalah bersuci’, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kunci pembuka haji adalah ihram, kunci kebajikan adalah kejujuran, kunci surga adalah tauhid, kunci ilmu adalah bagusnya bertanya dan mendengarkan, kunci kemenangan adalah kesabaran, kunci ditambahnya nikmat adalah syukur, kunci kewalian adalah mahabbah dan dzikir, kunci keberuntungan adalah takwa, kunci taufik adalah harap dan cemas kepada Allah ‘Azza wa Jalla, kunci dikabulkan adalah doa, kunci keinginan terhadap akhirat adalah zuhud di dunia, kunci keimanan adalah tafakkur pada hal yang diperintahkan Allah, keselamatan bagi-Nya, serta keikhlasan terhadap-Nya di dalam kecintaan, kebencian, melakukan, dan meninggalkan, kunci hidupnya hati adalah tadabbur al-Qur’an, beribadah di waktu sahur, dan meninggalkan dosa-dosa, kunci didapatkannya rahmat adalah ihsan di dalam peribadatan terhadap Khaliq dan berupaya memberi manfaat kepada para hamba-Nya, kunci rezeki adalah usaha bersama istighfar dan takwa, kunci kemuliaan adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, kunci persiapan untuk akhirat adalah pendeknya angan-angan, kunci semua kebaikan adalah keinginan terhadap Allah dan kampung akhirat, kunci semua kejelekan adalah cinta dunia dan panjangnya angan-angan.
“Ini adalah bab yang agung dari bab-bab ilmu yang paling bermanfaat, yaitu mengetahui pintu-pintu kebaikan dan kejelekan, tidaklah diberi taufik untuk mengetahuinya dan memperhatikannya kecuali seorang yang memiliki bagian dan taufik yang agung, karena sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan kunci bagi setiap kebaikan dan kejelekan, kunci dan pintu untuk masuk kepadanya sebagaimana Allah jadikan kesyirikan, kesombongan, berpaling dari apa yang disampaikan Allah kepada Rasul-Nya, dan lalai dari dzikir terhadap-Nya dan melaksanakan hak-Nya sebagai kunci ke neraka, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala jadikan khamr sebagai kunci segala dosa. Dia jadikan nyanyian sebagai kunci perzinaan, Dia jadikan melepaskan pandangan pada gamba-gambar sebagai kunci kegelisahan dan kegandrungan, Dia jadikan kemalasan dan kesantaian sebagai kunci kerugian dan luputnya segala sesuatu, Dia jadikan kemaksiatan-kemaksiatan sebagai kunci kekufuran, Dia jadikan dusta sebagai kunci kenifakan (kemunafikan -ed), Dia jadikan kekikiran dan ketamakan sebagai kunci kebakhilan, memutus silaturahim, serta mengambil harta dengan cara yang tidak halal dan Dia jadikan berpaling dari apa yang dibawa Rasul sebagai kunci segala kebid’ahan dan kesesatan.
“Perkara-perkara ini tidaklah membenarkannya kecuali setiap orang yang memiliki ilmu yang shahih dan akal yang bisa mengetahui dengannya apa yang ada dalam dirinya dan apa yang berwujud dari kebaikan dan kejelekan. Maka sepantasnya seorang hamba memperhatikan dengan sebaik-baiknya ilmu terhadap kunci-kunci ini dan kunci-kunci yang dijadikan untuknya.” (Hadil Arwah 1/48-49)
Dikutip dari artikel Kunci Kebaikan dan Kunci Kejelekan Majalah Al-Furqon No. 77 1429/2008 oleh Ummul Hasan
sumber:Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: “Sesungguhnya Allah telah menjadikan bagi segala sesuatu kunci untuk membukanya, Allah menjadikan kunci pembuka shalat adalah bersuci sebagaiman sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ‘Kunci shalat adalah bersuci’, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kunci pembuka haji adalah ihram, kunci kebajikan adalah kejujuran, kunci surga adalah tauhid, kunci ilmu adalah bagusnya bertanya dan mendengarkan, kunci kemenangan adalah kesabaran, kunci ditambahnya nikmat adalah syukur, kunci kewalian adalah mahabbah dan dzikir, kunci keberuntungan adalah takwa, kunci taufik adalah harap dan cemas kepada Allah ‘Azza wa Jalla, kunci dikabulkan adalah doa, kunci keinginan terhadap akhirat adalah zuhud di dunia, kunci keimanan adalah tafakkur pada hal yang diperintahkan Allah, keselamatan bagi-Nya, serta keikhlasan terhadap-Nya di dalam kecintaan, kebencian, melakukan, dan meninggalkan, kunci hidupnya hati adalah tadabbur al-Qur’an, beribadah di waktu sahur, dan meninggalkan dosa-dosa, kunci didapatkannya rahmat adalah ihsan di dalam peribadatan terhadap Khaliq dan berupaya memberi manfaat kepada para hamba-Nya, kunci rezeki adalah usaha bersama istighfar dan takwa, kunci kemuliaan adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, kunci persiapan untuk akhirat adalah pendeknya angan-angan, kunci semua kebaikan adalah keinginan terhadap Allah dan kampung akhirat, kunci semua kejelekan adalah cinta dunia dan panjangnya angan-angan.
“Ini adalah bab yang agung dari bab-bab ilmu yang paling bermanfaat, yaitu mengetahui pintu-pintu kebaikan dan kejelekan, tidaklah diberi taufik untuk mengetahuinya dan memperhatikannya kecuali seorang yang memiliki bagian dan taufik yang agung, karena sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan kunci bagi setiap kebaikan dan kejelekan, kunci dan pintu untuk masuk kepadanya sebagaimana Allah jadikan kesyirikan, kesombongan, berpaling dari apa yang disampaikan Allah kepada Rasul-Nya, dan lalai dari dzikir terhadap-Nya dan melaksanakan hak-Nya sebagai kunci ke neraka, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala jadikan khamr sebagai kunci segala dosa. Dia jadikan nyanyian sebagai kunci perzinaan, Dia jadikan melepaskan pandangan pada gamba-gambar sebagai kunci kegelisahan dan kegandrungan, Dia jadikan kemalasan dan kesantaian sebagai kunci kerugian dan luputnya segala sesuatu, Dia jadikan kemaksiatan-kemaksiatan sebagai kunci kekufuran, Dia jadikan dusta sebagai kunci kenifakan (kemunafikan -ed), Dia jadikan kekikiran dan ketamakan sebagai kunci kebakhilan, memutus silaturahim, serta mengambil harta dengan cara yang tidak halal dan Dia jadikan berpaling dari apa yang dibawa Rasul sebagai kunci segala kebid’ahan dan kesesatan.
“Perkara-perkara ini tidaklah membenarkannya kecuali setiap orang yang memiliki ilmu yang shahih dan akal yang bisa mengetahui dengannya apa yang ada dalam dirinya dan apa yang berwujud dari kebaikan dan kejelekan. Maka sepantasnya seorang hamba memperhatikan dengan sebaik-baiknya ilmu terhadap kunci-kunci ini dan kunci-kunci yang dijadikan untuknya.” (Hadil Arwah 1/48-49)
Dikutip dari artikel Kunci Kebaikan dan Kunci Kejelekan Majalah Al-Furqon No. 77 1429/2008 oleh Ummul Hasan
Diri : Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Lama tak nampak awak. Awak cuti ker?
Iman : Taklah, jabatan kami rasa tuan tak memerlukan kami lagi..
Diri : Laa.. Kenapa pulak awak cakap camtu? Pentadbiran diri saya berterabur sekarang bila jabatan awak takde..
Iman : Takdelah, kami lihat banyak pekerja tambahan tuan ambil. VCD,SMS,TV.. Jadi kami rasa terpinggir..
Diri : Entahlah, waktu cuti sebulan ni saya tak pernah menggaji mereka. Tapi mereka terlalu rajin buat kerja, bekerja tanpa gaji,tapi banyak gak duit saya habis...Entah ar...
Iman : Tu sebab, kami agak rasa tuan memencilkan kami. Al-Quran, zikir, ma'thurat, solat malam tak boleh bekerja dengan mereka.. Kami memang tak boleh bercampur dengan mereka..
Diri : Saya tak pernah minta awak bercuti..
Iman : Bagaimana kami ingin bekerja sedangkan tuan sudah punya 'pekerja tambahan'? Saya lihat mereka buat tuan gembira..
Diri : Argh, gembira apanya.. Berterabur kerja kat pejabat tu!!Tolonglah, bekerjalah dengan saya kembali..
Iman : Kami sememangnya sudah berkhidmat dengan tuan dari tuan di dalam rahim ibu tuan lagi. Tapi, tuan kadang-kadang mengabaikan kami. Tuan sediakan makanan untuk bos pekerja tambahan, Encik Dosa, tapi kami, tuan tak sediakan makanan untuk kami. Kebajikan kami tak terjaga...
Diri : Maafkan saya. Kembalilah bekerja dengan saya. Saya janji, kebajikan awak saya jaga,Encik Iman.
Iman : Tuan boleh berjanji, tapi CEO kita akan memantau tuan. Dialah Allah.Tuan takkan tak takut menabur janji tapi melupakannya?
Diri : Janganlah menyalahkan saya..
Iman : Tuan perlu sedar, kami hanya bekerja di dalam syarikat yang bersih, dan amanah..Bukanlah saya nak memandang rendah pada jabatan baru Encik Dosa, tapi kami tidak suka cara mereka bekerja. Mereka meminggirkan kami.
Diri : Awak tak melawan Encik Dosa ke?
Iman : Tuan, bagaimana kami ingin menang? Kami terlalu lemah, sedikit pula tu, kebajikan kami langsung tuan tak jaga..Sedangkan kami tidak pernah meminta gaji dari tuan. Cuma kami minta disediakan ruang yang bersih dan amanah untuk kami bekerja. Salahkah kami meminta yg sedikit?
Diri : Mereka kadang-kadang lebih menggembirakan saya.
Iman : Kalau begitu maafkan kami. Tak dapat rasanya kami bekerja untuk tuan lagi. Tuan perlu memberi kebajikan kepada mereka. Siapalah kami..
Diri : Ehh, jangan..Bekerjalah dengan saya..
Iman : Buanglah pekerja itu..Mereka meminta- minta dari tuan. Tuan perlu berhabis jutaan ringgit untuk mereka. Sedangkan kami, percuma khidmat kami.
Diri : Aduh, mereka pekerja yang menggembirakan saya.Memang kamu percuma, tapi kamu kadang- kadang bising, ini tak boleh, itu tak boleh..Saya rimas..
Iman : (Senyum sinis)Maafkan kami tuan..Kami minta diri dulu..Tak perlulah kami berkhidmat dengan tuan kalau begitu..Kalau tuan perlukan kami, kami sentiasa di sisi..Tuan jangan risau, kami maafkan tuan..
Diri : Jangan pergi..saya sanggup pecat Encik Dosa..Dan ahli jawatankuasanya; vcd, majalah yang melalaikan, dan sebagainya.
Iman : Tuan betul-betul sanggup?
Diri : Ya, saya kelam kabut sekarang..Tak tenang, management berterabur..
Iman : Alhamdulillah..Kami free of charge..Tuan takkan rugi, sebaliknya tuan beruntung besar.. Silap hari bulan, CEO, Allah kita akan naikkan tuan ke pangkat yang lebih tinggi..
Diri : Terima kasih..Panggillah aahli jawatankuasa kamu bekerja semula. En Iman, saya akan jaga kebajikan kamu, panggillah Encik ma'thurat, Encik Zikir, Encik Solat dan semua ahli jabatan awak ya?
Iman : Alhamdulillah. Moga keuntungan tuan bergada-ganda tahun ini dan seterusnya
“Apa definisi manusia?” Soalan itu memeranjatkan saya. Semenjak saya bersahabat dengan Raja Ketam, itulah soalan yang paling sukar untuk dijawab saya. Mengerti, saya perlu jujur dalam menjawab soalan itu, tidak tergamak saya untuk menipu walau pun dia seekor ketam. Saya berfikir dalam-dalam kerana mahu menyusun kata yang terbaik. Bayu laut menyusup dicelah kekosongan yang sengaja saya biarkan. Setiap hujung minggu, saya sentiasa di sini, di pantai berpasir perang keemasan di sisi Selat Bass supaya dapat saya bertemu dengan Raja Ketam. Lagi pun, Raja Ketam akan hanya di sini dalam tiga bulan musim panas ini, bila cuaca suam-suam memasuki musim luruh, dia hilang entah ke mana-mana. Mungkin memantau koloni-koloni lain yang berkampung di sekitar Tasmania. Dia tidak mungkin ke mana-mana kerana berdasarkan pengetahuan saya mereka ini bukanlah seperti Robin yang akan hilang terbang ke kawasan yang lebih panas apabila sejuk mula menguasai benua ini.
Kebiasaannya, kami berdua akan berdialog sementara ketam-ketam bilis sebesar penumbuk budak tanpa jemu berlatih berjalan betul di atas pantai yang saujana di hadapan kami. Mereka sangat taat. Barang kali bimbang dikepit Raja Ketam yang penyepitnya itu sahaja sudah sebesar betis saya. Mungkin juga mahu mengambil hati Raja Ketam walau pun arahannya itu kelihatan mustahil. Raja Ketam memang gemar menimbulkan polemik yang tidak masuk akal, itu, latihan berjalan dengan betul merupakan polisi Raja Ketam sejak dahulu lagi. Setiap ketam yang mahu damai di perairan Tasmania ini wajib tunduk kepada polisi itu, berlatih berjalan betul. Saya songsong bayu laut, bergerak ke hadapan sedikit dan sekarang saya tegun betul-betul di depan Raja Ketam.
“Bermaksud khalifah yang jahil. Lebih dungu daripada haiwan.” Raja Ketam terkejut. Dua matanya yang terpacak seperti tiang konkrit di atas tanah laterit itu digerak-gerakkanya seolah tidak percaya itu akan menjadi jawapan saya. Dia menanti dengan gelisah ayat yang mahu keluar dari mulut saya.
“Tuhan dah tawarkan amanah kepada semua makhluk, semua tak mahu kecuali manusia. Terima amanah kemudian pecah amanah. Definisi kedua, sedia dihumban ke dalam api.” Dia jadi makin gelisah. Tangannya yang banyak itu sekejap-sekejap menggaru dada pasir.
“Akal penyelamat, tapi malas berfikir, lalu buat benda yang bukan-bukan. Definisi ketiga akal adalah manusia, kalau tak guna itu bukan lagi manusia, malah akan jadi lebih teruk daripada haiwan ternak.” Kali ini Raja Ketam tidak bergerak, seolah-olah disumpah menjadi batu oleh patah-patah kata yang keluar dari mulut saya.
“Pesan Tuhan lupa, janji sebelum lahir lupa, lepas lahir tak ambil peduli, lepas mati minta lahir semula. Pesan orang lupa, pesan sesiapa pun lupa. Definisi keempat manusia adalah makhluk nyanyuk.” Sambung saya dengan lebih tegas.
“Sudah!” Jerit Raja Ketam. Kali ini Raja Ketam tidak dapat lagi menahan kegelisahan di hatinya. Barang kali dia tidak perasan yang jawapan-jawapan itu saya kutip daripada ayat-ayat Tuhan yang menempelak sikap buruk manusia. Mungkin juga kerana selama ini dia menganggap manusia makhluk istimewa. Pernah suatu hari, dia meminta saya untuk mencarikan dia seorang gadis cantik di kalangan manusia untuk dijadikan isterinya. Katanya dia sudah lama membujang. Saya tidak pernah memandang serius permintaannya kerana bagi saya itu permintaan yang tidak masuk akal. Mana mungkin manusia boleh berkahwin dengan ketam. Perkara seperti itu adalah mustahil untuk berlaku. Sering kali apabila dihadapkan dengan perkara-perkara mustahil, saya akan berfikir dahulu, mengapa perkara semustahil itu dibangkitkan di hadapan saya. Mungkin juga Raja Ketam hanya berseloroh dengan saya. Mungkin.
“Yang ingin aku tahu adalah kebaikan manusia? Kamu tidak punya contoh yang baik? Yang boleh aku guna untuk aku jadikan teladan?” Tanya Raja Ketam yang saya kira tidak berpuas hati dengan jawapan-jawapan saya tadi.
“Pernah dengar nama Muhammad Bin Abdullah?” Soal saya kepada Raja Ketam. Kali ini dia kelihatan teruja. Tangannya yang banyak itu diangkat-angkat seolah-olah mahu menari dengan saya.
“Pernah-pernah! Dia rahmat seluruh alam. Aku tak adalah jahil sangat.” Kata Raja Ketam dengan nada ceria. Seolah-olah anak kecil di hospital yang berada di bawah tanggungjawab saya ketika saya menghulurkan gula-gula kapas kepadanya semalam selepas dia dipaksa makan makanan hospital hampir tiga hari. “Terima kasih tuan doktor! Terima kasih!” Kata si cilik comel itu. “Raja Ketam ini boleh tahan juga ilmu agamanya.” Bisik saya dalam hati.
“Itu definisi manusia sempurna. Alim yang merendah diri. Pemimpin yang miskin. Hamba Tuhan yang kaya. Panglima perang yang berhati halus. Hakim yang keras keputusannya. Suami yang lembut pergaulannya. Itu definisi manusia sempurna.” Raja Ketam kelihatan puas dengan jawapan saya.
“Pemimpin seperti saya?” Tanya Raja Ketam. Saya tidak tahu untuk menjawab soalan tersebut. Besar kemungkinan kerana saya bukanlah ketam atau ikan yang hidup di perairan Tasmania lalu membolehkan saya melihat kepimpinan Raja Ketam luar dan dalam. Lalu saya mengambil keputusan untuk menjawab soalan itu secara umum.
“Setiap kita pemimpin. Setiap kita akan ditanya tentang kepimpinan kita. Tuan boleh jawab sendiri. Hebat kita kerana menjaga amanah. Kita akan ditanya tentang amanah. Oleh itu kita perlu jujur dengan pemberi amanah. Kalau kita silap, kita rela sahaja ditegur, baik secara kasar atau halus, pokoknya, amanah itu sentiasa terbela. Seperti Umar yang rela dibetulkan dengan pedang.” Saya pasti kisah Umar itu juga mesra dengan Raja Ketam. Dia senyap. Saya membisu. Lalu sekali lagi damai bayu dan ombak berpapasan dengan hangat perbincangan kami. Raja Ketam seolah-olah berfikir panjang.
“Terima kasih.” Ucapnya. Saya mengukir senyum. Perbincangan tadi merupakan perbincangan sulung kami mengenai perkara seserius itu. Dia kemudian saya lihat menyendeng perlahan menuju ke gigi air. Kemudian diikuti oleh ratusan ekor ketam bilis. Tidak pula sempat untuk saya bertanya, akan lagikah dia mahu mengajar ketam-ketam bilis itu berjalan betul pasca perbincangan kami tadi. Lalu saya mengambil keputusan untuk menjerit sahaja dari tempat saya berdiri kepadanya yang sudah sedia mencecah air.
“Oi! Kepimpinan melalui teladan.” Dia melambaikan tangannya yang banyak itu kepada saya sebelum dia hilang diarak ombak.
Alhamdulillah...semoga kita kan ke temu lagi teman2ku syg..Semoga Ukhuwah ini berkekalan hingga ke akhirnya.Kalian tetap di ingatan.Terima Kasih Ya ALLAH atas pertemuan dan jalinan Kasih Sayang ini.Moga teman2ku bahagia berjaya di dunia n akhirat.... Kerana ALLAH ku menyintaimu teman2ku.Utk zila, photo kita bersama belum di hantar lagi oleh camera girlnya...Afwan.Kepada wani n yana yg kini berada di Poland teruskan perjuangan kalian n usah bersedih... insya ALLAH ada jodoh kita kan pasti berkumpul kembali.Kepada Kak Oya...Tahniah n terima kasih atas segalanya....hanya ALLAH yg bisa membalasnya...