terapi iman

Showing posts with label Ketenangan hanya dariNYA.. Show all posts
Showing posts with label Ketenangan hanya dariNYA.. Show all posts

Sunday, January 30, 2011

Tentang Cinta


Assalamualaikum dan terima kasih kepada semua pembaca yang masih sudi berziarah ke blog ketenangan ini.Seribu kemaafan dipohon kerana sekian lama tidak menulis di sini.Bukan utk mencari alasan tapi Alhamdulillah dengan Izin-Nya yg telah menyembuhkan penyakit,ku bangkit utk kembali menulis.


Cinta kepada ALLAH,
Cinta Rasul,
Cinta ibu bapa...
Cinta kepada Ummah,
Cinta kepada kecemerlangan...
Mari kita semua ..
Cinta 5 perkara.

Begitulah sebahagian lirik lagu dari kumpulan Nasyid Saujana tentang Cinta.Cinta itu suci milik-Nya utk semua makhluk berkasih sayang.Cinta membangkitkan semangat utk terus berjuang dan berkorban,Cinta bisa menjadikan diri yang kering kembali segar dan bertenaga dan Cinta juga boleh mengubah seseorang dari buruk kepada baik.Sebaliknya cinta bisa menjadi racun yg bisa membunuh jika niat mereka yang bercinta itu hanya utk( baca: just for fun, touch & go) dan lain-lain lagi.

Sejarah telah membuktikan bagaimana cinta yg kudus lahir dari hati yg ikhlas krna-Nya terlalu asyik mendambakan Cinta-Nya semata.Bait-bait kata Ibnu Athaillah bererti : tidak ada yg dapat mengusir syahwat atau kecintaan pada kesenangan duniawi selain rasa takut kepada ALLAH yg menggetarkan hati, atau rasa rindu kepada ALLAH yg membuat hati merana!.Tertulis juga dalam syair Rabiah Asy Syamiyah Al Adawiyah:-

Kekasih Tuhan itu sakit di dunia ini,
Penderitaannya tak kunjung seda,
Kesedihannya satu-satunya pelipur hatinya,
Barangsiapa benar-benar mencintai Pencipta Agung …

Berkelana ke seluruh dunia bersama-Nya,
Di dalam pikiran-Nya
Dan di karuniai penglihatan akan Dia
(1)

Begitu juga pembuktian sirah para pengikut Rasul terdahulu dan sahabat Rasulullah S.A.W akan cinta kepada agama-Nya hingga sanggup berkorban nyawa demi mengharapkan mati syahid & nikmat syurga terutama penghormatan melihat Wajah-Nya di syurga nanti.Malah ketika Perang Hunain ada pejuang yang sanggup melemparkan buah-buah tamar ( baca: kurma ) apabila mendengar janji Rasulullah S.A.W hingga berperang dan terbunuh.Allahu Akhbar3x!!!.Titisan keringat dan airmata serta keinginan utk mencapai redha Allah juga ketaatan kepada Rasul-Nya tatkala mendengar ucapan Baginda Rasulullah S.A.W :

" Tidakkah kamu redha orang ramai kembali bersama kambing dan unta,sedangkan kamu pula kepada tunggangan kamu bersama Rasulullah?" (2)

Subhanallah..beruntungnya mereka yang hidup berdampingan dengan Rasulullah,dapat bertentang mata, menatap wajah dan mendengar kata2 Bagindakan sahabat2 sekalian.Kita pun ingin begitu.Insya ALLAH... dengan mentaati perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya serta berpegang kepada 2 bekalan yang ditinggalkan iaitu Al-Quran dan hadis kita juga berpeluang utk menatap wajah Rasulullah S.A.W.

Cinta kini...

Era modenisasi abad ini..menjadikan manusia sibuk mengejar kemewahan material (baca: harta benda), populariti hingga sedikit demi sedikit rasa kasih sayang dan cinta sesama ummah semakin terhakis.Di dada2 akhbar terpampang pelbagai tragedi pembunuhan ngeri sama ada pada zuriat sendiri,ahli keluarga dan sahabat.Ini berpunca daripada tekanan hidup di dalam merealisasikan impian.Dengan kepesatan dunia juga telah "mengembalikan" kepesatan penggunaan ilmu sihir di kalangan masyarakat. Maklumlah jika tidak dapat cara baik maka cara halus digunakan..ibarat menarik rambut dalam tepung, rambut tidak putus, tepung tidak selerak.Janji cita-cita tercapai walau terpaksa menindas dan menutup periuk nasi orang lain. (baca: beginikah cinta sesama ummah dewasa ini? maka lu pikirlah sendiri ).

Manusia secara fitrahnya sangat menginginkan KETENANGAN, KEBEBASAN dan KEBAHAGIAAN yang kesemuanya berpaksi dari seketul daging bernama HATI.Jika hati itu bersih maka sistem imunisasi yang baik dan akal yang waras dapat dilahirkan.Maka jika seorang individu itu baik, maka lahirlah masyarakat yg harmoni dan negara yg aman. (baca: hebat bukan?)

Sahabat sekalian..

"Cinta memang bukan segala-galanya,tapi kehilangan cinta seperti kehilangan segala-galanya.Benar.mencintai makhluk itu sangat berpeluang menemui kehilangan.Kebersamaan dengan makhluk juga berpeluang mengalami perpisahan.Hanya Cinta kpd ALLAH yg tidak.Jika kau mencintai seseorang ada kemungkinan diterima atau ditolak.Jika ditolak pasti sakit rasanya.Namun jika kau mencintai ALLAH pasti diterima.Jika kau mencintai ALLAH,engkau tidak akan pernah merasa kehilangan.Tidak akan ada yg merebut ALLAH yg kau cintai dari hatimu.Tidak akan ada yg merampas ALLAH.Jika kau bermesraan dengan ALLAH, hidup bersama ALLAH,kau tidak akan pernah berpisah dengan-Nya.ALLAH akan setia menyertaimu.ALLAH tidak akan berpisah darimu.
Kecuali kamu sendiri yg berpisah dari-Nya.Cinta yg paling membahagiakan dan menyembuhkan adalah Cinta kpd ALLAH 'Azzawa Jalla'."(3)


Sahabat2 sekalian..

jika cinta yg pernah kau sulam bersama si dia putus di tengah jalan.Maka percaya dan yakinlah bahawa akan ada ganti yg lebih baik dari ALLAH.Maafkanlah sesama manusia. Usah diikutkan dendam amarah yg ada dihatimu kelak kau merana.Maafkanlah manusia yang pernah menolak cintamu..kerana dia bukanlah milikmu yg boleh kau paksa2 utk mengikut kehendak hatimu.Jangan disihir dan disakiti dia kelak kau pasti mendapatkan balasan yg setimpal di dunia dan di akhirat.Malah berdosa besar jika kau melakukan syirik kepada ALLAH.Doakanlah kebahagiaan diri sendiri dan semua manusia yang berada disekelilingmu.Insya ALLAH..moga doa itu kembali kepadamu jauh lebih baik lagi.

Sahabat2 sekalian...

hidup didunia ini hanya sementara umpama azan dan iqamat sekejap masa yang ada.Tabah dan kuatkan hati dgn bermohon pd-Nya sekiranya Ujian yg dihadapi tidak mampu kau tanggung.Ujian yg datang adalah Kasih Sayang ALLAH buat kita.Tidak semua manusia yg berpeluang mendapatkannya hanya mereka yg terpilih sahaja.Misi kita di bumi ini bukan utk bermusuh dan berperang tapi demi mengabdikan diri kita sepenuhnya kepada ALLAH S.W.T. Berkasih sayanglah sesama makhluk-Nya hatta kepada seekor kucing sekalipun. Kerna tiap2 makhluk yg diciptakan-Nya punyai perasaan kasih sayang dan cinta. Wallahu A'alam.

So..bagaimana pula dengan cinta kita kpd-Nya?tepuk dada tanyalah iman di hati. (^^,)(baca: bukan hanya dengan berangan2 ya ).wassalam..


Nukilan Hati Jatuh ke Hati:
Raudhah_iman
30/1/2011



Sumber rujukan:

(1) http://cinta-sufi.blogspot.com

(2) Buku Sirah Nabi Muhammad S.A.W Pengajaran & Pedoman oleh Dr. Mustafa as-Syibaie.

(3) Buku Ketika Cinta Bertasbih dwilogi pembangunan Jiwa oleh Habiburrahman El Shirazy.

Sunday, August 16, 2009

Alhamdulillah II


Hujan lebat di luar jendela, seolah2 mengerti akan fenomena sang hati yg sedang hiba.Bukan kerna kecewa di sakiti atau di marahin... bahkan kerna ngak bisa memotretkan kata2 tatkala bah yg melanda beransur pamit dek kemunculan sang mentari yg memancarkan senyuman penawar bagi empunya diri.

"Alhamdulillah Ya ALLAH.. Alhamdulillah...
atas segalanya.. yg telah Engkau berikan kepada hamba.Ngak pantas rasanya hamba menerima hadiah ini...benar..di sebalik seguris kepahitan takdir-Mu,Engkau gantikan Selaut kemanisan yg tersembunyi".Perjalanannya kehidupan adakala gembira, riang,tawa namun pasti disulami kesedihan, kesakitan, ketakutan dalam mewarnai diarinya insan.



Dipujuknya Dia dgn Firman-Nya:

" Karena sesgghnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesgghnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan" ( Surah Al- Sharh: 5 - 6)

Malah di hiburkan pula qita dengan :

"Katakanlah (wahai Muhammad): “Mahukah supaya aku khabarkan kepada kamu akan yang lebih baik daripada semuanya itu? Iaitu bagi orang-orang yang bertaqwa disediakan di sisi Tuhan mereka beberapa Syurga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Disediakan juga pasangan-pasangan/ isteri-isteri yang suci bersih, serta (beroleh pula) keredaan dari Allah”. Dan (ingatlah), Allah sentiasa Melihat akan hamba-hambaNya.(Iaitu) orang-orang yang berdoa dengan berkata: “Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya kami telah beriman, oleh itu, ampunkanlah dosa-dosa kami dan peliharalah kami dari azab neraka”.(Dan juga) orang-orang yang sabar (dalam menjunjung perintah Allah), dan orang-orang yang benar (perkataan dan hatinya), dan orang-orang yang sentiasa taat (akan perintah Allah), dan orang-orang yang membelanjakan hartanya (pada jalan Allah), dan orang-orang yang beristighfar (memohon ampun) pada waktu sahur"( Surah Al-imran : 15-17 )

Kekasih-Nya ( Rasulullah S.A.W ) turut mengingatkan dalam sabdanya:

"Jagalah ALLAH, nescaya engkau akan temui Dia di hadapanmu.Kenalilah ALLAH tika lapang nescaya Dia mengenalmu dalam sempit.Ketahuilah segala sesuatu yg luput daripadamu tidak akan menimpamu & yg menimpamu tidak akan luput darimu.Ketahuilah bahawa kemenangan itu menyertai kesabaran.Kelapangan itu menyertai kesempitan & kemudahan itu menyertai kesukaran". -Hadis Riwayat Ahmad-

Terngiang2 di telinga kata2 dari saudaraku :
"Cukup ALLAH yg menyemangati gita, sehingga tanpa sedar tiap peristiwa mnjd teguran,
Cukup ALLAH yg mmelihara ketekunan qita,
kerna perhatian manusia terkadang mghanyutkan Keikhlasan.
Semoga ALLAH mnjdkan qita sosok peribadi yg bermakna,
yg saat berbaur ia mampu mnyemangati yg lain & saat sendiri ia mampu menguatkan dirinya sendiri"... Semangat!!




Ku sekadar enak bicara aja..

saat di hadirkan Ujian dari-Nya... ku masih belum bisa mnyemangati diriku sendiri.Bahkan turut terikutkan perasaan yg menjengahkan diri.Ku ngak sendiri... kerna ALLAH S.W.T menghadiahkan utkku keluarga, teman2 yg selalu mengingatkan & menyuntik kata2 semangat agarku bangkit dari kesepian itu.( Jazakallahu Khairan Khasiran)

Alhamdulillah Ya ALLAH....Alhamdulillah...
ku rafakkan kepada-Mu...
atas segala2nya...
bisa aja ianya berupa nikmat dan ujian,
dalam ku bertatih dan belajar dalam kembara hidup sebelum nafas terhenti.

Menghitung Hari...
Semoga Ramadhon yg bakal memperlihatkan dirinya akan membawa seribu kegembiraan & kemanisan dalam qita beribadah kepada-NYA.Buat diri.. lapangkan hatimu, ikhlaskan niatmu, berilah kuntum senyuman dalam apa jua keadaan.Tabah & Kuatkan jatidiri dalam menempuhi apa aja yg mendatang.Sarungkan pakaian barumu di tubuh, dalam meraikan ketibaannya,infakkan hartamu di jalan dakwah,Eratkan silaturahim sesama saudara,perbanyakkan mentadabur Al-QUran & zikrullah agar hati-hati ini tenang dalam mengingati Tuhan-Nya.


Senyum:
Norashikin
25 syaaban 1430

Thursday, August 6, 2009

Marah??

Bila muhasabah kembali minda berfikir,"kenapa aku mesti marah?" monologku di dalam hati. Pelbagai alasan berlegar2 menunggu saatnya gunung berapi memuntahkan laharnya yg ngak bisa tertampung dek sang hati.Ngapain ya, sesetengah insan ngak betah melihat saudaranya gembira.Di manakah nilainya Ukhuwah yg di gembar gemburkan selama ini? Apakah dengan cara itu hatimu bisa bahagia dengan melihat air mata dan kesakitan yg di tanggung oleh insan lain?!!... Pasti setiap insan punya jawaban mereka sendiri...

"Ohh...Allah berikan aku secebis ketenangan buat sang hati "...ameen.


Firman ALLAH dalam surah Al Baqarah ayat 153 :

"Wahai sekalian orang-orang yang beriman! Mintalah pertolongan (untuk menghadapi susah payah dalam menyempurnakan sesuatu perintah Tuhan) dengan bersabar dan dengan (mengerjakan) sembahyang; kerana sesungguhnya Allah menyertai (menolong) orang-orang yang sabar"

ALLAHU AKHBAR3X!!!...

Maha Pemurah lagi Maha Penyayangnya ALLAH kerna begitu saja perasaan ini (baca : marah ) maka dipujuknya kita dengan Surat Cinta-NYA ( Baca : Al-Quran ).Ayuhlah sahabat2ku sekalian....Pujuk dirimu sendiri, tersenyumlah dengan seikhlasnya utk sang hati agar bisa tenang menghadapi onak duri yg menanti di setiap detik perjalanan yg panjang ini.Pasti kan ada ALLAH ( Tuhan ) kita yg ngak akan meninggalkan kita walau datang dosa2 kita seluas langit dan bumi kerana Kasih Sayangnya ALLAH melebihi kemurkaan-NYA.

Firman ALLAH dalam surah At- tAUBAH AYAT 40:

“Janganlah engkau berdukacita, sesungguhnya Allah bersama kita”.



Sahabat2ku fillah...

teori duniawi mengajar kita bahawa tidak semua orang menyukai diri kita dan juga ada insan2 yg bertepuk tangan tatkala melihat kita jatuh terjelempuk ke bumi. Pasti tika itu, kita merasai betapa sakitnya sang hati apabila terasa bagai hilangnya kasih sayang dan nilai persaudaraan walau kita seaqidah.Jika yg mempunyai skill dalam martial arts terasa betapa ringannya kaki utk memflying kick susuk tubuh yg mencetuskan api2 kemarahan dan kebencian di dalam hati...Namun berbaloikah kita dengan menyakiti insan itu, hati kita puas???..... ( jawab dengan suara imanmu ).

Al-Imam an-Nawawi memasukkan dalam Matan al-Arba`in, sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abi Malik al-Harith bin `Asim al-Asy`ari r.a. katanya:

Telah bersabda Rasulullah s.a.w.:

“Suci itu sebahagian iman, dan Alhamdulillah memenuhi timbangan. Subhanallah dan Alhamdulillah kedua-duanya memenuhi ruang antara langit dan bumi. Sembahyang itu cahaya dan sedekah itu keterangan. Sabar itu sinaran, al-Quran itu hujah (dalil) bagimu dan atasmu. Sekalian manusia itu pada waktu pagi ada orang yang menjual dirinya, lalu dimerdekakannya atau dibinasakannya.” (Riwayat Muslim).

Sahabat2ku yg dikasihi ALLAH sekalian...

Usahlah api kemarahan yg tercetus dek dugaan yg menimpamu memakan ranting2 kayu keimanan yg sudah dikau bajai dengan zikrullahmu kpd Sang Kekasih ( Baca: ALLAH ).
Dan usahlah kemarahan dan perasaan benci yg hadir dari insan lain melemahkan senyuman di bibirmu untuk tetap mekar dengan baja keikhlasan.Redha dan Sabar...sabar...sabar..Solatlah mohon pertolongan dan kekuatan dari-NYA yg sentiasa menanti kehadiran kita dengan penuh Kasih Sayang.

Untuk diri yg sedang belajar erti sabar...

Bermujahadahlah kamu...Rajin2kan dirimu mentadabur Surat Cinta-NYA & Hiburkan hatimu dengan Sirah Rasulullah S.A.W. Idola terbaik untuk di contohi..usah bersedih & berputus asa kerana dunia pasti kiamat akhirnya...dan dikau pasti kan kembali pulang kepada Penciptamu... Tenanglah wahai hati....kerana dengan mengingati ALLAH hati2 akan menjadi Tenang....

Wallahu a'lam..

Muhasabah Sang Hati,
Norashikin
16 syaaban 1430 hijrah
-johor bahru-

Sedikit tatapan menyejukkan hati... ( Nur Asyifa )



Monday, August 3, 2009

Twins











Alhamdulillah...akhirnya kak liza (dolphin) dapat anak sedara yg baru yg diberi nama Hafiz & Haris.adik kepada Haikal....aku tumpang gembira atas kelahiran mereka...lepas ni pasti riuh rumah kak liza...betul x hafiz & haris? Betul3x...

Semoga mereka berdua sihat walafiat & di doakan mnjadi anak yg Soleh kpd ayah dan ibu...^^,)ameen

link kak liza: http://mawaddah-kehidupan.blogspot.com/

Friday, June 5, 2009

Doa


Doa Nabi Daud AS Memohon Cinta Allah

Nabi Daud ’alihis-salaam merupakan seorang hamba Allah yang sangat rajin beribadah kepada Allah. Hal ini disebutkan langsung oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Nabi Daud ’alihis-salaam sangat rajin mendekatkan diri kepada Allah. Beliau sangat rajin memohon kepada Allah agar dirinya dicintai Allah. Beliau sangat mengutamakan cinta Allah lebih daripada mengutamakan dirinya sendiri, keluarganya sendiri dan air dingin yang bisa menghilangkan dahaga musafir dalam perjalanan terik di tengah padang pasir. Inilah penjelasan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mengenai doa Nabi Daud tersebut:

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Di antara doa Nabi Daud ’alihis-salaam ialah:

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” Dan bila Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengingat Nabi Daud ’alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” (HR Tirmidzi 3412)

Setidaknya terdapat empat hal penting di dalam doa ini.

Pertama, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon cinta Allah. Beliau sangat faham bahwa di dunia ini tidak ada cinta yang lebih patut diutamakan dan diharapkan manusia selain daripada cinta yang berasal dari Allah Ar-Rahman Ar-Rahim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Apalah artinya seseorang hidup di dunia mendapat cinta manusia –bahkan seluruh manusia- bilamana Allah tidak mencintainya. Semua cinta yang datang dari segenap manusia itu menjadi sia-sia sebab tidak mendatangkan cinta Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sebaliknya, apalah yang perlu dikhawatirkan seseorang bila Allah mencintainya sementara manusia –bahkan seluruh manusia- membencinya. Semua kebencian manusia tersebut tidak bermakna sedikitpun karena dirinya memperoleh cinta Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Sebab itulah Nabi Daud ’alihis-salaam tidak menyebutkan dalam awal doanya harapan akan cinta manusia. Beliau mendahulukan cinta Allah di atas segala-galanya. Beliau sangat menyadari bahwa bila Allah telah mencntai dirinya, maka mudah saja bagi Allah untuk menanamkan cinta ke dalam hati manusia terhadap Nabi Daud ’alihis-salaam. Tetapi bila Allah sudah mebenci dirinya apalah gunanya cinta manusia terhadap dirinya. Sebab cinta manusia terhadap dirinya tidak bisa menjamin datangnya cinta Allah kepada Nabi Daud ’alihis-salaam.

Dari Nabi shollallahu ’alaih wa sallam beliau bersabda: “Bila Allah mencintai seorang hamba, maka Allah berseru kepada Jibril:

“Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah dia.” Jibrilpun mencintainya. Kemudian Jibril berseru kepada penghuni langit: ”Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka kalian cintailah dia.” Penghuni langitpun mencintainya. Kemudian ditanamkanlah cinta penghuni bumi kepadanya.” (HR Bukhary 5580)

Kedua, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah cinta orang-orang yang mencintai Allah. Sesudah mengharapkan cinta Allah lalu Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah kasih-sayang dari orang-orang yang mencintai Allah, sebab orang-orang tersebut tentunya adalah orang-orang beriman sejati yang sangat pantas diharapkan cintanya.

Hal ini sangat berkaitan dengan Al-Wala’ dan Al-Bara’ (loyalitas dan berlepas diri). Yang dimaksud dengan Al-Wala’ ialah memelihara loyalitas kepada Allah, RasulNya dan orang-orang beriman. Sedangkan yang dimaksud dengan Al-Bara’ ialah berlepas diri dari kaum kuffar dan munafiqin. Karena loyalitas mu’min hendaknya kepada Allah, RasulNya dan orang-orang beriman, maka Nabi Daud ’alihis-salaam berdoa agar dirinya dipertemukan dan dipersatukan dengan kalangan sesama orang-orang beriman yang mencintai Allah. Dan ia sangat meyakini akan hal ini.

Sesungguhnya Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersada: “Ruh-ruh manusia diciptakan laksana prajurit berbaris, maka mana yang saling kenal di antara satu sama lain akan bersatu. Dan mana yang saling mengingkari di antara satu sama lain akan berpisah.” (HR muslim 4773)

Ketiga, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar ditunjuki perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan cinta Allah. Setelah memohon cinta Allah kemudian cinta para pecinta Allah, selanjutnya Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar ditunjuki perbuatan dan amal kebaikan yang mendatangkan cinta Allah. Ia sangat khawatir bila melakukan hal-hal yang bisa mendatangkan murka Allah. Beliau sangat khawatir bila berbuat dengan hanya mengandalkan perasaan bahwa Allah pasti mencintainya bila niat sudah baik padahal kualitas dan pelaksanaan ’amalnya bermasalah. Maka Nabi Daud ’alihis-salaam sangat memperhatikan apa saja perkara yang bisa mendatangkan cinta Allah pada dirnya. Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah mencintai Ash-Shobirin (orang-orang yang sabar). Siapakah yang dimaksud dengan Ash-Shobirin? Apa sifat dan perbuatan mereka sehingga menjadi dicintai Allah?

”Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS Ali Imran ayat 146)

Keempat, Nabi Daud ’alihis-salaam memohon kepada Allah agar menjadikan cinta Allah sebagai hal yang lebih dia utamakan daripada dirinya sendiri, keluarganya dan air dingin. Kemudian pada bagian akhir doa ini Nabi Daud ’alihis-salaam kembali menegaskan betapa beliau sangat peduli dan mengutamakan cinta Allah. Sehingga beliau sampai memohon kepada Allah agar cinta Allah yang ia dambakan itu jangan sampai kalah penting bagi dirinya daripada cinta dirinya terhadap dirinya sendiri, terhadap keluarganya sendiri dan terhadap air dingin.

Mengapa di dalam doanya Nabi Daud ’alihis-salaam perlu mengkontraskan cinta Allah dengan cinta dirinya sendiri, keluarganya dan air dingin? Sebab kebanyakan orang bilamana harus memilih antara mengorbankan diri dan keluarga dengan mengorbankan prinsip hidup pada umumnya lebih rela mengorbankan prinsip hidupnya. Yang penting jangan sampai diri dan keluarga terkorbankan. Kenapa air dingin? Karena air dingin merupakan representasi kenikmatan dunia yang indah dan menggoda. Pada umumnya orang rela mengorbankan prinsip hidupnya asal jangan mengorbankan kelezatan duniawi yang telah dimilikinya.

Jadi bagian terakhir doa Nabi Daud ’alihis-salaam mengandung pesan pengorbanan. Ia rela mengorbankan segalanya, termasuk dirinya sendiri, keluarganya sendiri maupun kesenangan duniawinya asal jangan sampai ia mengorbankan cinta Allah. Ia amat mendambakan cinta Allah.

Nabi Daud ’alihis-salaam sangat faham maksud Allah di dalam Al-Qur’an:

“Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS At-Taubah ayat 24)

Monday, June 1, 2009

Cita-citamu, cita-cita kami jua


“Saya berharap di penghujung usia saya, bisa pergi ke Gaza meskipun dengan kursi roda, saya bergabung dalam barisan pejuang kemerdekaan Palestina menentang penjajah Zionis Israel. Saya berada dibarisan depan, menembak musuh, kemudian Zionis Israel itu membalas dengan mengebom saya, saya meraih syahid di bumi Palestina.”

Ungkapan itulah yang meluncur dari lisan mulia Dr. Yusuf Al-Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama Internasional ketika menyampaikan keinginannya dalam bergabung dengan barisan syuhada Palestina. Beliau juga menegaskan bahwa perlawanan, ketegaran, dan persatuan anak bangsa Palestina di tengah upaya memecah-belah menjadi unsur utama dalam meraih kemenangan.

Beliau mengungkapkan itu ketika menghadiri acara budaya rakyat di Ibu Kota Qatar, Doha, pada hari Rabu pekan lalu, dengan tema “Dan Gaza Menang”. Hadir dalam acara itu pemimpin Hamas, Khalid Misy’al.

“Penduduk Gaza telah memadukan antara iman dan persatuan, sehingga Allah swt. menyatukan hati mereka. Para agresor dan anteknya berupaya mencerai-beraikan persatuan bangsa Palestina dengan blokade. Mereka menginginkan dengan kondisi kesulitan hidup, warga Palestina protes terhadap Hamas. Namun bangsa Palestina lebih memilih persatuan dan tidak menyerah. Kekuatan penjajah telah habis dan mereka tidak pernah mendapatkan target dari apa yang mereka inginkan.”

Beliau menolak tudingan bahwa yang bertanggung jawab atas terbunuhnya ribuan warga Palestina adalah para pejuang perlawanan bangsa Palestina. Beliau katakan:

“Mati syahid adalah cita-cita… dan jangan kamu anggap syuhada Gaza itu mati.”

Sekali lagi beliau tegaskan bahwa jalan meraih kemerdekaan adalah dengan perlawanan. “Jika anda berharap mederka dalam setiap bentuk perlawanan, anda harus memiliki senjata untuk merealisasikan harapan tersebut. Dan segala bentuk perdamaian karena ketidakberdayaan, bukanlah perdamaian sejati.” Beliau menukil ayat suci Al-Qur’an:

{فَلَا تَهِنُوا وَتَدْعُوا إِلَى السَّلْمِ وَأَنتُمُ الْأَعْلَوْنَ وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَن يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ} محمد : 35،

“Janganlah kaliann merasa lemah dan mengajak berdamai atau menyerah, kalian adalah lebih mulia. Dan Allah bersama kalian dan sekali-kali tidak akan menyia-nyiakan kerja-kerja kalian.” Muhammad:35

Beliau juga menambahkan bahwa kemenanngan Gaza baru kemenangan parsial, kita masih menunggu kemenangan sejati, yaitu dengan terbebaskannya negeri Palestina.”

Beliau juga mengucapkan terima kasih terhadap Amir Qatar, Syaikh Hamd bin Khalifah Aali Tsani yang menentang agresi Zionis Israel atas Gaza yang telah menelan 1415 syuhada dan 5450 luka-luka, serta berupaya menggalang persatuan pemimpin dunia Arab guna mendukung perjuangan Palestina.

sumber:http://www.dakwatuna.com

P/S: Semoga jiwa ini, bisa bangkit kembali bermujahadah pd diri..dalam merealisasikan cita-cita ini....

Thursday, March 5, 2009

Tanda Kewujudan ALLAH

Fikir dan zikirlah, renung dan tenunglah..
koreksi dan muhasabahlah...
Adakah alam ini terjadi sendiri tanpa Penciptanya?
SubhanaLLAH Maha Suci ALLAH...
Allahu Akhbar ALLAH Maha Besar
Alhamdulillah Segala Puji bagi ALLAH...

Tuhan yang mencipta dan menjadikan alam ini
sebagai hamparan untuk segala hidupan di muka bumi ini...
Sesungguhnya "aku bersaksi bahawa Tiada Tuhan yang layak di sembah melainkan ALLAH,
dan aku bersaksi bahawa Nabi Muhammad itu pesuruh ALLAH"...































Hayati dan bacalah Al quran jua hadis sebagai panduan hidupmu..

Firman ALLAH S.W.T:


"Dan tidakkah orang-orang kafir itu memikirkan dan mempercayai bahawa sesungguhnya langit dan bumi itu pada asal mulanya bercantum (sebagai benda yang satu), lalu Kami pisahkan antara keduanya? Dan Kami jadikan dari air, tiap-tiap benda yang hidup? Maka mengapa mereka tidak mahu beriman?Dan Kami telah menjadikan di bumi gunung-ganang yang menetapnya, supaya bumi itu tidak menggegar mereka; dan Kami jadikan padanya celah-celah sebagai jalan-jalan lalu-lalang, supaya mereka dapat sampai kepada mencapai keperluan rohani dan jasmani.Dan Kami telah menjadikan langit sebagai bumbung yang terpelihara dan terkawal, sedang mereka (yang kafir itu) berpaling tidak memerhatikan tanda-tanda (kekuasaan Kami) yang ada padanya.
Dan Dia lah (Tuhan) yang telah menjadikan malam dan siang, serta matahari dan bulan; tiap-tiap satunya beredar terapung-apung di tempat edaran masing-masing (di angkasa lepas)." (SURAH AL-ANBIYA' ayat:30-33)

kiriman sepupuku (olie)
jazakillah ya^^

"Jika mereka sibuk mencari cinta,
Biarlah kita sibuk mencari Iman,
Jika mereka sibuk mencari pasangan,
Biar kita sibuk mencari keredhoan,
Jika mereka menangis kerana kecewa kecewa bercinta,
Biar kita menangis kerana mengenang dosa2 semalam,
jika mereka cintakan kemanusiaan,
Biar kita cinta ALLAH S.W.T.."

Sekadar memperingati diri,

Salam ketenangan mencari Redho ALLAH

Norashikin
9 Rabiul awal 1430 hijrah
Johor Bahru, Johor

Wassalam

Thursday, December 11, 2008

Keharusan memiliki Ilmu dalam Berdakwah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyebutkan beberapa sifat yang harus dimiliki oleh seorang da'i yang mengajak kepada perbuatan ma'ruf dan melarang orang lain berbuat mungkar, di antaranya :

"...Yang dimaksud dengan niat terpuji yang diterima di sisi Allah dan mendapatkan ganjaranNya adalah hendaknya amalan tersebut ditujukan untuk mencari ridha Allah dan yang dimaksud dengan amal terpuji yang merupakan amal saleh adalah amal yang diperintahkan, dan apabila demikian adanya maka orang yang melakukan amar ma'ruf nahi munkar wajib menerapkan pada dirinya sendiri dua syarat tadi, dan tidaklah disebut amal saleh apabila tidak berdasarkan ilmu dan pemahaman ...."

Kemudian beliau berkata pula :

"...maka orang yang menjalankan amar ma'ruf nahi munkar haruslah memiliki ilmu tentang hal yang ma'ruf dan yang mungkar dan dapat membedakan antara keduanya dan harus memiliki ilmu tentang keadaan orang yang diperintah dan yang dilarang.

Dan yang dimaksudkan dengan ilmu adalah apa-apa yang dibawa oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dari apa-apa yang Allah utuskan kepadanya dan dia adalah As Sulthan sebagaimana Allah berfirman :

"Yaitu orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka." [Ghafir : 35]

Barangsiapa yang berbicara tentang dien Islam ini bukan dengan apa yang telah Allah utuskan kepada RasulNya, maka ia berbicara tanpa ilmu, dan barangsiapa yang dikuasai oleh syetan maka syetan pasti menyesatkannya dan menuntunnya menuju adzab jahannam yang menyala- nyala. Dan barangsiapa yang tunduk kepada dienullah maka ia telah beribadah kepada Allah dengan keyakinan." [1]

Syaikh Abdul Azis bin Baz rahimahullah (wafat th.1420 H) berkata ketika menceritakan tentang akhlak dan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang da'i :

"Haruslah da'wahmu itu ditegakkan atas hujjah yang nyata, yaitu berdasarkan ilmu, janganlah engkau jahil dengan apa yang engkau serukan kepada manusia, Allah berfirman:

"Katakanlah : "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kalian (kepada) Allah dengan hujjah yang nyata." [Yusuf : 108]

Maka haruslah engkau memiliki ilmu, dan ini hukumnya wajib, maka hati-hatilah jangan sekali-kali engkau berýda'wah dengan kebodohan, janganlah sekali-kali engkau berbicara dalam hal-hal yang tidak engkau ketahui, maka orang yang bodoh itu menghancurkan, bukannya membangun, merusak bukannya memperbaiki, maka bertaqwalah kepada Allah wahai hamba Allah, hati-hati, janganlah sekali-kali engkau mengatakan sesuatu dengan mengatasnamakan Allah tanpa ilmu, janganlah engkau berýda'wah mengajak orang lain kepada sesuatu, kecuali dengan ilmu tentang hal tersebut, dan hujjah yang nyata itu artinya sesuai dengan firman Allah dan sabda RasulNya.

Maka seharusnya atas setiap penuntut ilmu dan juru ýda'wah agar memperhatikan tentang apa yang ia serukan dan memperhatikan dalilnya, apabila nampak bagi dia kebenaran dan mengetahuinya maka baru dia menýda'wahkannya, menyeru untuk melakukan keta'atan dan melarang kemaksiatan yang dilarang oleh Allah dan RasulNya." [2]

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin hafidzahullah berkata ketika beliau menjelaskan tentang bekal-bekal juru ýda'wah, di antaranya adalah :

"Hendaklah seorang da'i memiliki bekal ilmu dalam berýda'wah. Ilmu yang benar bersumber dari Al-Qur'an dan As Sunnah karena setiap ilmu harus digali dari keduanya. Adapun ilmu yang datang kepada kita harus diperiksa terlebih dahulu apakah sesuai dengan Al-Qur'an dan As Sunnah atau tidak. Apabila sesuai maka harus diterima, dan apabila bertentangan wajib ditolak siapa pun yang menyatakannya. Ibnu Abas radliyallahu'anhuma telah berkata,

"Hampir saja batu terjatuh dari langit menimpa kalian, aku mengatakan Rasulullah bersabda dan kalian mengatakan, "Abu Bakar dan Umar berkata"

Apabila ucapan Abu Bakr dan Umar sebagai seorang khalifah dan shahabat yang menyalahi sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam harus ditolak, maka bagaimana kiranya dengan pendapat seorang yang jauh di bawah mereka berdua dalam hal ilmu dan taqwa ? tentu lebih utama untuk ditolak ucapannya. Sungguh Allah Subhana wa Ta'ala telah berfirman :

"Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih." [An-Nur : 63]

Imam Ahmad rahimahullah berkata, "Tahukah engkau apakah fitnah itu ? Fitnah itu adalah kesyirikan, barangkali apabila ia menolak sebagian sabda Nabi shalallahu 'alaihi wasallam maka akan menimpa dia sesuatu, berupa kecondongan kepada kesesatan yang menyebabkan ia binasa."

Sesungguhnya bekal yang pertama yang harus dimilki seorang da'i yang menyeru manusia kepada agama Allah, haruslah ia memiliki ilmu yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadits yang shahih, adapun da'wah tanpa ilmu maka sesungguhnya ia adalah da'wah berdasarkan kebodohan dan da'wah berdasarkan kebodohan lebih banyak merugikan dari pada manfaatnya dikarenakan si da'i ini telah menobatkan dirinya sebagai orang yang sesat dan menyesatkan, kami memohon pelindungan kepada Allah dari yang demikian itu, dan orangnya disebut dengan jahil murakkab (bertumpuk-tumpuk), kebodohan yang bertumpuk-tumpuk ini lebih berbahaya dari pada kebodohan yang ringan, orang yang bodoh ringan (yaitu merasa dirinya bodoh, pent) dia tidak akan berbicara dan dengan belajar ia dapat menghilangkan kebodohannya, tetapi problem yang sangat besar itu pada diri orang bodoh bertumpuk-tumpuk karena dia tidak akan diam bahkan terus berbicara meskipun dengan kebodohan. Maka ia lebih banyak menjadi perusak dan penghancur dari pada menjadi pemberi cahaya.

Wahai saudara-saudara, sesungguhnya da'wah menyeru kepada agama Allah tanpa didasari ilmu menyalahi praktek Nabi shalallahu 'alaihi wasallam dan para pengikutnya. Dengarkanlah firman Allah Ta'ala ketika memerintahkan NabiNya, Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam, dalam firmanNya :

"Katakanlah : "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kalian) kepada Allah dengan hujjah (ilmu) yang nyata." [Yusuf : 108]

Pada kalimat "Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kalian) dengan hujjah (ilmu) yang nyata", maka haruslah seorang da'i untuk menyeru kepada agama Allah berdasarkan ilmu bukan berdasarkan kebodohan.

Dan perhatikanlah, wahai da'i firman Allah Ta'ala, "Úáì ÈÕíÑÉ" [dengan hujjah (ilmu)], yaitu dalam tiga perkara :

[1]. Dengan ilmu tentang apa yang ia sampaikan, hendaklah ia mengetahui hukum syari'at karena boleh jadi seseorang mengajak orang lain untuk melakukan suatu perbuatan yang disangkanya sebagai suatu kewajiban, padahal sesungguhnya dalam syari'at Allah perbuatan tersebut tidaklah wajib maka ia telah mengharuskan manusia untuk melakukan sesuatu yang tidak diharuskan oleh Allah, dan sebaliknya boleh jadi ia melarang orang lain melakukan suatu perbuatan yang disangkanya sebagai hal yang haram, padahal sesungguhnya dalam dien Allah bukanlah suatu yang haram, maka ia telah mengharamkan manusia apa-apa yang Allah halalkan untukmereka.

[2]. Dengan ilmu tentang keadan orang yang dida'wahi, oleh karena itu ketika Nabi shalallahu 'alaihi wasallam mengutus Muadz bin Jabal radhiallahu 'anhu ke negeri Yaman beliau berpesan kepadanya, "Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari ahli kitab," agar Muadz mengetahui dan bersiap-siap untuk menghadapi mereka. Maka haruslah engkau mengetahui keadaan orang yang dida'wahi, sejauh mana kapasitas ilmunya ? Sejauh mana kemampuan bicaranya ?. Supaya engkau memposisikan diri secara matang untuk berdiskusi dengannya, karena seanýdainya engkau dalam kebenaran berdebat dengan orang yang jauh lebih panýdai dalam berbicara, maka engkaulah yang akan terpojokkan. Maka, jadilah musibah besar terhadap kebenaran sehingga disangka sebagai kebatilan dan engkau adalah penyebabnya, dan janganlah engkau menyangka bahwa pendukung kebatilan itu mesti kalah dalam berbicara pada setiap keadaan.

Sesungguhnya Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam telah bersabda yang artinya:

"Sesungguhnya kalian berselisih dan mengadukan kepadaku, dan barangkali sebagian di antara kalian lebih pandai dalam berbicara membawakan alasan-alasannya dibandingkan dari yang lain, maka aku memutuskan yang menguntungkannya disebabkan yang aku dengar."

Ini menunjukkan bahwa orang yang berselisih tadi, meskipun di pihak yang batil dikarenakan ia lebih pandai dalam berbicara mengemukakan alasannya, maka diputuskan sesuai dengan apa yang telah diutarakan oleh orang tersebut. Oleh karena itu, haruslah engkau mengetahui keadaan orang yang dida'wahi.

[3]. Dengan ilmu tentang cara berda'wah. Allah Subhana wa Ta'ala berfirman :
"Serulah (manusia) kepada jalan rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik" [An-Nahl : 125]

Sebagian manusia ketika ia melihat kemungkaran segera menyerangnya, tanpa befikir dampak dari perbuatannya, bukan saja berkenaan dengan dia pribadi, tetapi dampaknya bagi dia dan teman- temannya sesama da'i. Oleh karena itu wajib atas setiap da'i sebelum bergerak melakukan sesuatu, memikirkan apa yang mungkin akan terjadi dan menimbangnya, boleh jadi pada saat itu ia dapat melampiaskan gejolak kecemburuannya dengan pengingkaran tersebut, tetapi dalam waktu yang dekat setelah pengingkaran tadi dapat memadamkan api kecemburuan dia dan orang lain. Oleh karena itu, saya menganjurkan saudara-saudaraku para da'i untuk menggunakan hikmah dan ketelitian, dan perkara ini meskipun terlambat sedikit tetapi membawa akibat yang terpuji dengan kehendak Allah.

Pentingnya seorang da'i berbekal dengan ilmu yang benar berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah disamping telah terdapat dalil-dalilnya dalam nash-nash syari'at juga akal yang sehat ikut membuktikan juga, karena bagaimana mungkin engkau berda'wah menyeru manusia kepada dien Allah sedangkan engkau tidak mengetahui jalan menujuNya, tidak mengetahui syari'atNya, bagaimana bisa ia dikatakan sebagai da'i ?!

Apabila sesorang belum memiliki ilmu, maka sepantasnya ia belajar terlebih dahulu kemudian baru berda'wah.

Boleh jadi ada seorang yang bertanya, "Apakah ucapanmu tadi bertentangan dengan sabda Nabi shalallahu 'alaihi wasallam.

"Sampaikanlah dariku meskipun satu ayat" ?"

Maka saya menjawab, "Tidaklah bertentangan, karena Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sampaikanlah dariku," kalau begitu apa yang kami sampaikan itu harus berasal dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, inilah yang kami inginkan, ketika kami berkata bahwa seorang da'i membutuhkan ilmu bukan berarti kami mengharuskan ia memiliki ilmu yang sangat luas, tetapi kami menyatakan janganlah seorang menyampaikan sesuatu kecuali dengan apa yang ia ketahui saja, janganlah ia berbicara dengan sesuatu yang tidak ia ketahui." [3]

[Disalin dari buku Fikih Nasehat, Penyusun Fariq Bin Gasim Anuz, Cetakan Pertama, Sya'ban 1420H/November 1999. Penerbit Pustaka Azzam Jakarta. PO BOX 7819 CC JKTM]
__________
Foote Note
[1]. Majmu'Fatawa, juz 28 hal. 39. Dinukil dari buku Dhowabit All-Amri bil ma'rufi wan nahyi 'anil mungkari inda Syaikhil Islam Ibni Taimiyyah
[2]. Wujubud ýda'wah ilallahi wa akhlakud du'at, hal.50
[3]. Zaad Ad-Daa'iyah ilallah, hal 6-10

sumber: khomaini (via Multiply)

Monday, September 8, 2008

SuJud Syukur...


1) PENGERTIAN SUJUD SYUKUR

Sujud syukur dari segi syarak ialah suatu sujud (sujud terima kasih) yang dilakukan oleh seseorang ketika mendapat nikmat atau terhindar dari bencana.

Perkataan syukur merupakan kata terbitan daripada perkataan ( ) yang bernaksud penga-kuan ke atas kebaikan yang diberikan kepada seseorang. Terjemahan dalam Bahasa Melayu ialah ucapan terina kasih.

Sebagaimana firman Allah SWT:

Ertinya :


"……………………….Dan sesiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya faedahnya itu hanya terpulang kepada dirinya sendiri, (tetapi) sesiapa yang kufur ( tidak bersyukur)(maka tidaklah menjadi hal kepada Allah) kerana sesungguhnya Allah itu Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
(Surah Luqman : 12)




Ayat ini menjelaskan kepada kita bahawa seorang hamba yang mendapat nikmat atau terhindar daripada suatu kecelakaan atau dengan erti kata lain ianya boleh dianggap sebagai kesan nikmat. Kesan nikmat akan nampak dan terlaksana dalam kehidupan seorang insan menerusi lisan (perkataan), hati (perasaan) dan perbuatan. Ertinya ketika seorang hamba itu menerima nikmat daripada Allah SWT, atau mendapat berita yang menggembirakan, maka lisannya akan berikrardan sedar bahawa nikmat yang ia dapat itu dating daripada Allah SWT. Maka, hendaklah ia bersyukur sambil mengucap Alhamdulillah memuji-muji Allah SWT. Manakala hatinya akan menjadi lapang, tenteram, damai serta sejahtera, mengakui dengan kebaikan-kebaikan yang telah diterima tersebut. Dengan demikian, kesan nikmat itu akan mengubah tingkah lakunya untuk sentiasa melaksanakan perkara-perkara yang diredhai Allah SWT.

Sebagaimana hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmizi:

Ertinya :

"Dari Abu Bakrah r.a.Bahawasanya Nabi s.a.w. apabila telah datang kepadanya suatu urusan yang menyenangkan atau beliau gembira kerana sesuatu, beliau sujud ke tanah sebagai berterima kasih kepada Allah SWT."

( Diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmizi)




Abdurrahman bin 'Auf menceritakan bahawa suatu ketika beliau melihat Nabi SAW mengadap kiblat iaitu bersujud dengan sujud yang panjang sehingga kata Abdurrahman bin 'Auf : "Aku menyangka bahawa Allah telah mencabut nyawa baginda ketika itu. Lalu aku mendekati baginda dan duduk disisi baginda. Maka baginda mengangkat kepalanya dan berkata: Siapa ini? Abdurrahman, jawabku.. Baginda bertanya lagi: Apa kamu buat di sini? Aku menjawab: Wahai utusan Allah tuan telah bersujud dengan suatu sujud yang mengkhawatirkan aku kalau-kalau Allah telah mencabut nyawa tuan di dalam sujud tersebut, maka baginda berkata: Sesungguhnya Jibril 'alaihissalam tadi dating kepadaku dan menggembirakan aku, katanya:

Sebagaimana hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmizi:

Ertinya :

Ertinya :
"Diriwayatkan oleh Ahmad dari hadis Abdurrahman Ibn "Auf (ra) bahawasanya Jibril berkata kepada Nabi SAW : Allah Taala berfirman : Sesiapa yang bersalawat ke atas kamu, aku (Allah Taala) akan berselawat ke atasnya dan sesiapa memberikan salam kepada kamu, Aku ( Allah Taala) akan memberikan salam kepadanya."




Selain daripada itu banyak riwayat yang menceritakan bahawa ramai diantara para sahabat yang melakukan sujud syukur seperti:

Abu Bakar al-Siddiq. Beliau bersujud syukur ketika mendengar khabar terbunuhnya Musailamah al-Kazzab dalam pertempuran menumpas kaum murtad di Bandar al-Yamamah.

Ali binAbi Talib bersujud syukur ketika mendapati bahawa Za'al al-Tsadyah diantara orang-orang yang terbunuh dikumpulan al-Khawarij.

Imam Bukhari meriwayatkan bahawa Ka'ab bin Malik telah bersujud ketika sampai kepadanya berita bahawa Allah telah menerima taubatnya.

Disini dapatlah dikatakan bahawa sikap syukur itu lebih merupakan suatu tindakbalas seorang hamba ketika ciberikan suatu nikmat oleh Allah SWT atau mendapat berita yang menggembirakan atau terhindar dari bahaya kepada suatu amalan yang sifatnya ketaatan kepada Allah.

2) SEBAB-SEBAB SUJUD SYUKUR

Secara umumnya sujud syukur itu dilakukan apabila seorang hamba itu mendapat nikmat atau terhindar dari suatu bencana atau mendapatkan kembali sesuatu yang telah hilang atau selamat dari merbahaya.

Dalam hal ini hokum sujud syukur menurut mazhab Syafii dan Hanbali adalah sunat, sama ada nikmat yang diperolehi atau bencana yang dialami itu khas bagi dirinya atau am bagi semua umat Islam, seperti kemenangan ke atas musuh, hilangnya wabak yang merbahaya dan sebagainya. Tetapi terdapat suatu pandangan dikalangan mazhab Hanbali bahawa sujud syukur hanya dilakukan bagi nikmat yang sifatnya umum untuk semua umat Islam dan bukan untuk nikmat yang khas.


3) SYARAT-SYARAT SUJUD SYUKUR

Menurut mazhab Syafi'e dan Hanbali disyaratkan sepertimana hendak melakukan solat iaitu thaharah, suci daripada hadas kecil ataupun besar, mengadap kiblat dan menutup aurat.





4) KAIFIAT SUJUD SYUKUR

Cara pelaksanaanya adalah sebagai berikut:

1) Mengadap kiblat

2) Bertakbir kemudian sujud sekali dengan membaca doa sepertimana doa sujud di dalam solat.

3) Bertakbir sekali lagi untuk bangkit daripada sujud, kemudian salam tanpa membaca doa tasyahud.
(untuk salam boleh dilakukan sekali)


5) HUKUM SUJUD SYUKUR DI DALAM SOLAT

Menurut mazhab Syafi'e dan Hanbali bahawa sujud syukur tidak dibenarkan dilakukan di dalm solat kerana ianya termasuk dalam katogeri sujud di luar solat. Apabila dikerjakan maka solatnya dianggap batal kecuali dalam keadaan jahil atau lupa.


6) HUKUM SUJUD SYUKUR PADA WAKTU YANG DILARANG
MENGERJAKAN SOLAT

Makruh hukumnya mengerjakan sujud Syukur pada waktu-waktu yang dilarang mengerjakan solat sunat seperti selepas solat Subuh atau selepas solat Asar. Meskipun pada ketika itu berlaku sebab-sebab yang membolehkan mengerjakan solat sunat. Begitu juga tidak dibenarkan mengerjakan sujud syukur ketika mendengar khutbah Jumaat.


7) RUKUN SUJUD SYUKUR

1) Berniat untuk sujud syukur

2) Membaca takbiratul ihram ketika hendak sujud

3) Satu kali sujud

4) Memberi salam sesudah sujud



8) PENUTUP

Mudah-mudahan akan dapat sama-sama laksanakan sujud syukur ini dalam kehidupan kita seharian sebagai salah satu lambing ketaatan dan kesyukuran kita kepada Allah SWT, pemberi rezeki.

sumber:http://www.muftiselangor.gov.my/E-Book/KoleksiArtikelIstinbat/Sujud%20Syukur.htm

Wednesday, April 9, 2008

ku Mohon dgn Sangat..Ya ALLAH


Pengalaman menjadi siswi sepjg 3 thn, mengajarku erti sebuah kehidupan.Pahit manis perjalanan yg di harungi akhirnya membuahkan hasil apabila aku menerima Ijazahku pd 31 mac yg lalu.Namun di sinilah jua aku mengenali tarbiah, usrah, rehlah serta di kelilingi teman2 yg ckup istimewa yg seringkali mengingatiku erti hidup bertuhan.

Ku rindukan hidup semasa di alam campus,kini,ianya menjadi sebuah kenangan terindah watku.Ku masih teringat, ketika aku ‘down’.. murabiah kesygn ku yg kini melanjutkan Masternya di Poland sering mengingatiku supaya mengupgrade muta’baah.Persoalan pertama kami apabila berjumpa adalah “ apa khabar IMAN ari ni?” Aku yg pd mulanya tidak mengerti dgn selamba menjawab “Alhamdulillah, sihat”. Namun sebenarnya.. bukanlah khabar diriku yg di tanyakan,tetapi yg di maksudkan adalah tahap keimananku pd hari tu… yanzid wa yanqus…? Walaupun hakikatnya namaku iman. (^^,)

***Teringatku pd suatu hari selepas pulang kuliah,dengan wajah pucat dan perutku sdg menyanyikan lagu keroncong utk Murabiah…heheheh suka sgtku menyakat Wani seorg teman yg ku panggil ‘MURABIAHKU SYG’ aku di sapa kakakku.

“adik, knapa lesu aje..dh mkn?” katanya dgn senyuman meleret. Aku dgn selambanya menjwb “akk….tlg adik…huhu lapar giler tanpa kronik ni… Apa kata akk blanja adik mkn ok x?”. tetiba aku di omelinnya “adik, kalau lapar,mohonlah pd ALLAH agar memberi adik rezeki yg berkat”. Adey tazkirah yg menyentuh hati nampaknya aku dpt, lalu ku menadah tgn seraya berkata “Ya ALLAH, aku lapar Ya ALLAH, berikanlah aku sedikit makanan.. amiiinn”..lalu kakakku membawa aku ke dapur utk menikmati makanan yg telah di sediakannya dari td utkku sambil berkata “adik, ni rezki yg ALLAH berikan utk adik atas doa adik td..Hebatkan ALLAH?Jd kalau ada apa2 minta pd ALLAH tau”.

Lantas ia mengingatkanku ttg kisah Rasulullah s.a.w semasa Perang Badar Al Kubra.Di mana Rasulullah s.a.w dgn penuh khusyu’ dan merendah diri memohon kpd ALLAH agar pertolongan yg dijanjikan-NYA itu ditunaikan. Di antara doa yg di ucapkannya:

“Ya ALLAH,inilah kaum Quraisy yg dtg dgn kecongkakan & kesombongannya utk memerangi Engkau & mendustakan Rasul-Mu.Ya ALLAH, tunaikanlh janji kemenangan yg telah Engkau berikan kpdku.Ya ALLAH,kalahkan mereka esok hari”…

Dlm munajatnya,tanpa di sedari selendangnya terjatuh,sehgga Abu Bakar merasa kasihan terhadapnya kemudian memberanikan diri berkata kpd Rasulullah s.a.w “cukup Ya Rasulullah sesgghnya ALLAH S.W.T pasti akan menunaikan janji-NYA yg telah di berikan kpdmu”.

Mengapa Rasulullah s.a.w sampai merendahkan dri sedemikian rupa d hadapan ALLAH? Pdhal Beliau telah yakin akan mendptkan pertolongan sampai Beliau menyatakan :”seolah2 aku melihat tempat kematian mereka”, bahkan Rasulullah s.a.w menentukan beberapa tempat kematian mereka di tanah???

Jawabannya, bhwa keyakinan & keimanan Rasulullah s.a.w terhdp kemenangan hanyalah merupakan pembenarannya kpd janji yg tlh d berikan ALLAH kpd Rasul-NYA.tidak d ragukan lagi bhwa ALLAH S.W.T tidak akan mnyalahi janji @ mungkin Rasulullah s.a.w d beri khabar kemenangan itu di tengah peristiwa tersebut.Sehggakan di riwayatkan oleh Bukhari bhwa Rasulullah s.a.w bersabda pd Perang Badar:

“Ini adalah Jibril dlm sedang menuntun kudanya yg membawa alat perang”.

Manakala menurut Ibnu Hisyam meriwytkan bhwa Rasulullah s.a.w pengsan beberapa saat did lm khemahnya,kemudian berkata kpd Abu Bakar:

“Hai Abu Bakar, bergembiralah, pertolongan ALLAH S.W.T tlh dtg kpdmu.Itulah Jibril memegang tali kekang dan menuntun kudanya” shahihul Bukhari.

Adapun kekhusukan Rasulullah s.a.w dlm berdoa & menengadahkan kedua telapak tgnnya ke langit, maka hal itu sudah mnjd tugas ‘ubudiah’ yg mnjd tujuan penciptaan manusia.Dan itulah harga kemenangan secara kontan.Tidak ada sesuatu yg lbh besar utk mendekatkan diri kpda ALLAH S.W.T kecuali sikap ‘ubudiah’ di hadapan ALLAH S.W.T.Segala bentuk musibah & bencana yg menimpa manusia dlm kehidupan ini hanyalah merupakan peringatan yg menyadarkannya terhdp kewajipan ‘ubudiah’ kpda ALLAH S.W.T & mengingatkannya kpda Keagungan & kekuasaan ALLAH S.W.T Yg Maha Besar.Agar manusia lari menuju ALLAH S.W.T & mnyatakan segala kelemahannya di hdpn ALLAH serta memohon perlindungan kpd-NYA dari segala fitnah dan cubaan.

‘Ubudiah’ yg tercermin dr kekhusukan doa Rasulullah s.a.w meminta kemenangan kpda ALLAH S.W.T merupakan ‘harga’ yg berhak mndptkan dukungan ALLAH S.W.T did lm pertempuran tersebut.Hal ini secara tegas d nyatakan oleh ayat:

“Ingatlh, ketika kamu memohon pertolongan kpd Rabbmu lalu d perkenankannya bagimu.’’
Sesgghnya Aku akan mendtgkan bala bantuan kpda kamu dgn Seribu malaikat yg dtg secara bergelombang”. ( surah al anfal:9)

Bandingkanlah sikap ‘ubudiah’ yg dtunjukkan Rasulullah s.a.w ini beserta hasil2nya itu dgn sikap congkak & sombong yg di tunjukkan Abu Jahal ketika berkata: “kami xakan pulang sebelum tiba di Badar.Di sana kami akan memotong ternak, makan beramai-ramai & minum arak sambil menyaksikan perempuan2 menyanyikan lagu2 hiburan.Biarlah semua org Arab mendengar berita ttg perjlnan kita semua dan biarlah mereka ttp gentar kpd kita selama2nya”. Beserta sgala akibat yg d timbulkannya.

‘Ubudiah’ dan kepatuhan kpd ALLAH S.WT mghasilkan izzah & kemuliaan yg membuat wajah dunia tertunduk kpdnya.Sementara congkak & sombong itu merupakan kepalsuan dan pusara kehinaan yg di gali oleh dan utk para pemilik sikap tersebut.