terapi iman

Tuesday, April 15, 2008


MENIKAH DAN DAKWAH

Atribut yang diberikan Islam kepada Islam kepada kita, salah satunya adalah da’i ilallah. Allah telah berfirman,

‘Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutuskanmu untuk menjadi saksi dan pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan untuk menjadi da’i (penyeru) kepada (agama) Allah dengan izinNya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi’ (Al Ahzaab:45-46)

Kita dituntut untuk merealisasikan dakwah dalam seluruh waktu kehidupan kita. Setiap langkah kita sesungguhnya adalah dakwah kepada Allah, sebab dengan itulah Islam terkhabar kepada masyarakat. Bukankah dakwah bermakna mengajak manusia merealisasikan ajaran-ajaran Allah dalam kehidupan seharian? Sudah selayaknya kita sebagai pelaku yang pertama kali menunaikan, sebelum mengajak yang lainnya.

Pernikahan akan bernilai dakwah apabila dilaksanakan sesuai dengan tuntutan Islam di satu sisi, dan menimbang berbagai kemaslahatan dakwah dalam setiap langkahnya, pada sisi yang lain. Dalam memilih jodoh, difikirkan kriteria pasangan hidup yang bernilai optimal bagi dakwah. Dalam menentukan siapa calon jodoh tersebut, dipertimbangkan pula kemaslahatan secara lebih luas. Selain kriteria umum sebagaimana tuntutan fikih Islam, pertimbangan lainnya adalah: apakah pemilihan jodoh ini memiliki implikasi kemaslahatan yang optimal bagi dakwah, ataukah sekadar mendapatkan kemaslahatan bagi dirinya?

Mari saya berikan beberapa contoh berikut.

CONTOH PERTAMA
Di antara sekian banyak wanita Muslimah yang telah memasuki usia siap menikah, mereka berbeza-beza jumlah bilangan usianya yang oleh kerana itu berbeza pula tingkat kemendesakan untuk menikah. Beberapa orang bahkan sudah mencapai 35 tahun, sebahagian yang lain antara 30 hingga 35 tahun, sebahagian berusia 25 hingga 30, dan yang lainnya di bawah 25 tahun. Mereka semua ini siap menikah, siap menjalankan fungsi dan peranan sebagai isteri dan ibu di rumah tangga.

Anda adalah laki-laki Muslim yang telah berniat melaksanakan pernikahan. Usia Anda 25 tahun. Anda dihadapkan pada realiti bahawa wanita Muslimah yang sesuai kriteria fikih Islam untuk Anda nikahi ada sekian banyak jumlahnya. Maka siapakah yang lebih Anda pilih, dan dengan pertimbangan apa Anda memilih dia sebagai calon isteri Anda?

Ternyata Anda memilih Ani, kerana ia memenuhi kriteria kebaikkan agama, cantik, menarik, pandai, dan usia masih muda, 20 tahun atau bahkan kurang dari itu. Apakah pilihan Anda ini salah? Demi Allah, pilihan Anda ini tidak salah! Anda telah memilih calon isteri dengan benar kerana berdasarkan kriteria kebaikkan agama; dan memenuhi sunnah kenabian. Bukankah Rasulullah Saw bertanya kepada Jabir r.a.,

‘Mengapa tidak (menikah) dengan seoang gadis yang bisa engkau cumbu dan bisa mencumbuimu?’ (Bukhari & Muslim)

Inilah jawapan dakwah dari seorang Jabir r.a., ‘Wahai Rasulullah, saya memiliki saudara-saudara perempuan yang berjiwa keras, saya tidak mau membawa yang keras juga kepada mereka. Janda ini saya harapkan mampu menyelesikan persoalan tersebut,” kata Jabir. “Benar katamu,” jawab Nabi Saw.

Jabir tidak hanya berfikir untuk kesenangan dirinya sendiri. Ia boleh saja memilih seorang gadis perawan yang cantik dan muda belia. Namun ia memiliki kepekaan dakwah yang amat tinggi. Kemaslahatan menikahi janda tersebut lebih tinggi dalam pandangan Jabir, dibandingkan dengan apabila menikahi gadis perawan.

Nah, apabila semua laki-laki Muslim berfikiran dan menentukan calon isterinya harus memiliki kecantikan ideal, berkulit putih, usia 5 tahun lebih muda dari dirinya, maka siapakah yang akan datang melamar para wanita Muslimah yang usianya di atas 30 tahun, atau di atas 35 tahun, atau bahkan di atas 40 tahun?

Siapakah yang akan datang melamar para wanita Muslimah yang dari segi fisik tidak cukup alasan untuk dikatakan sebagai cantik menurut ukuran umum? Mereka, wanita tadi, adalah para Muslimah yang melaksanakan ketaatan, mereka adalah wanita salehah, menjaga kehormatan diri, bahkan merka aktif terlibat dalam berbagai kegaiatan dakwah dan sosial. Menurut Anda, siapakah yang harus menikahi mereka?

Ah, mengapa pertanyaannya ‘harus’? Dan mengapa pertanyaan ini dibebankan hanya kepada seseorang? Kita boleh saja mengabaikan dan melupakan realiti itu. Jodoh di tangan Allah, kita tidak memiliki hak menentukan segala sesuatu, Biarlah Allah memberikan keputusan agungNya. Bukan, bukan dalam konteks itu saya berbicara. Kita memang boleh melupakan mereka, dan tidak peduli dengan orang lain, tapi bukankah Islam tidak mengkehendaki kita berperilaku demikian?

Walaupun Nabi Saw menganjurkan Jabir agar menikah dengan gadis, kita juga mengetahui hampir seluruh isteri Rasulullah Saw adalah janda!

Walaupun Nabi Saw menyarankan agar Jabir beristeri gadis, pada kenyataannya, Jabir telah menikahi janda!

Demikian pula permintaan mahar Ummu Sulaim terhadap laki-laki yang datang melamarnya, Abu Thalhah. Mahar keislaman Abu Thalhah menyebabkan Ummu Sulaim menerima pinangannya. Inilah pilihan dakwah. Inilah pernikahan barakah, mambawa maslahat bagi dakwah.

Sebagaimana pula fikiran yang terbersit di benak Sa’ad bin Rabi’ Al Anshari, saat ia menerima saudara seimannya, Abdurrahman bin Auf, “Saya memiliki dua isteri sedangkan engkau tidak memiliki isteri. Pilihlah seorang di antara mereka yang engkau suka, sebutkan mana yang engkau pilih, akan saya ceraikan dia untuk engkau nikahi. Kalau iddahnya sudah selesai, maka nikahilah dia.” (Bukhari)

Ia tidak memiliki maksud apa pun kecuali memikirkan kondisi saudaranya seiman yang belum memiliki isteri. Keinginan berbuat baiknya itulah yang sampai memunculkan idea aneh tersebut. Akan tetapi sebagaimana kita ketahui, Abdurrahman bin Auf menolak tawaran itu, dan ia sebagai orang baru di Madinah hanya ingin ditunjukkan jalan ke pasar.

Ini hanya satu contoh saja, bahawa dalam konteks pernikahan, hendaklah dikaitkan dengan projek besar dakwah Islam. Jika kecantikan gadis harapan Anda bernilai 100 point, tidakkah Anda bersedia menurunkan 20 atau 30 point untuk mendapatkan kebaikan dari segi yang lain? Ketika pilihan itu membawa maslahat bagi dakwah, mengapa tidak ditempuh?

Jika gadis harapan Anda berusia 20 tahun, tidakkah Anda bersedia sedikit memberikan toleransi dengan melihat kepada wanita yang lebih mendesak untuk segera menikah kerana desakan usia? Jika Anda adalah seorang wanita muda usia, dan ditanyakan – dalam konteks pernikahan – oleh seorang laki-laki yang sesuai kriteria harapan Anda, mampukah Anda mengatakan kepada dia, “Saya memang telah siap menikah, akan tetapi Nurul, sahabat saya, lebih mendesak untuk segera menikah.”

Atau kita telah bersepakat untuk tidak mahu melihat realiti itu, kerana bukan tanggungjwab kita? Ini urusan masing-masing. Keberuntungan dan ketidakberuntungan adalah soal takdir yang tak berada di tangan kita. Masyaallah, seribu dalil boleh kita gunakan untuk mengabsahkan fikiran individualistik kita, akan tetapi hendaklah kita ingat pesan kenabian berikut:

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam cinta, kasih sayang dan kelembutan hati mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh menderita sakit, terasakanlah sakit tersebut di seluruh tubuh hingga tidak bisa tidur dan panas” (Bukhari dan Muslim)

Boleh jadi kebahagiaan pernikahan kita telah menyakitkan dan mengiris-iris hati beberapa orang lain. Setiap saat mereka mendapatkan undangan pernikahan, harus membaca dan menghadiri dengan perasaan sedih, kerana jodoh tak kunjung datang, sementara usia terus bertambah, dan kepercayaan diri semakin berkurangan.

Di sinilah perlunya kita berfikir tentang kemaslahatan dakwah dalam proses pernikahan Muslim. Memang tidak ada rumus baku , bahawa pernikahan harus terjadi ‘urut kacang’, dimulai dari yang usianya paling tua terlebih dahulu. Sebab, menikah tidak saja mengandalkan kepada bilangan usia, akan tetapi lebih mengedepankan sisi kesiapan. Kalaupun telah jadi kesiapan, pernikahan juga tidak boleh dipaksakan antara seorang lelaki dengan seorang wanita, hanya alasan kemendesakan usia.

Yang sangat diperlukan adalah proses mendialogkan satu harapan dengan harapan yang lainnya. Ada harapan lelaki muda untuk mendapatkan gadis cantik usia muda. Namun di sisi lain ada harapan dari para wanita salehah yang usia mereka telah beranjak semakin tua. Kedua belah pihak memiliki idealiti, memiliki semangat melakukan kebaikan, hanya saja perlu dipertemukan dan difasilitasi agar terjadi dialog yang sangat mendekatkan harapan yang tak sama. Masih ditambah lagi dengan harapan dakwah untuk mengusahakan tegaknya sebuah peradaban Islam, yang dimulai dari rumah.

Inilah bahagian yang sangat urgen dari sebuah pernikahan. Ia bukan saja jalan untuk mendapatkan ketenangan jiwa, menyalurkan potensi fitrah kemanusiaan, mendapatkan keturunan, akan tetapi juga bahagian dari penyelesaian permasalahan dakwah, dan yang lebih dari itu semua adalah permulaan pembangunan sebuah peradaban.


CONTOH KEDUA
Menikah juga memiliki nilai dakwah yang amat tinggi, jika dengannya Anda bisa melakukan kemasukan dakwah kepada pasangan Anda dan keluarganya. Misalnya Anda seorang wanita, menikah dengan seorang lelaki mu’allaf, yang dengan pernikahan tersebut Anda bisa memberikan penguatan bagi keislaman suami Anda. Maka, izinkan saya memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap dua orang akhwat Muslimah yang menikah dengan dua kepala suku di Wamena, Papua.

Saya juga memberikan apresiasi yang amat tinggi kepada seorang kader dakwah yang saya jumpa di Wamena, di mana ia menikahi perempuan mu’allaf anak kepala suku, yang dengan pernikahan itu memberikan dampak tersebarnya dakwah Islam di kalangan masyarakat pedalaman. Dia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri dengan pernikahan itu, tetapi ia tengah memberikan kontribulasi yang amat besar dan nyata bagi dakwah Islam.

CONTOH KETIGA
Proses pernikahan Anda bernilai dakwah jika dengannya Anda memberikan keteladanan dalam kebaikan dan kebersihan diri. Betapa banyak masyarakat yang terjerumus ke dalam kemaksiatan, berkubang dalam lumpur kekotoran dan dosa, sehingga proses pernikahan mereka tidak ubahnya hanyalah sebatas acara ceremony untuk ‘ada’ dan gengsi semata. Dengan harta yang melimpah, banyak masyarakat menjadikan pesta pernikahan sebagai sarana menghamburkan harta, padahal banyak kejadian pernikahan tersebut hanya seumur jagung.

Jika Anda melakukan proses pernikahan sesuai tuntutan syariat, maka Anda telah mengkhabarkan jati diri ajaran Islam yang menghendaki kebaikan, kebersihan, kesucian dalam pernikahan. Bukan huru-hara untuk membungkus kekotoran hubungan yang telah terjadi antara kedua mempelai sebelum terjadinya pernikahan. Atau bukan pesta ceremony untuk menutup aib pasangan yang telah hamil sebelum rasmi dilaksanakan pernikahan.

Anda telah memberikan kontribusi terhadap tata nilai diajarkan Islam, dengan jalan mengaplikasikan dan disaksikan oleh masyarakat sekitar Anda. Mereka melihat betapa pernikahan yang Anda lakukan membawa nilai keagamaan yang tinggi, memberikan sentuhan spiritual dalam perlaksanaan. Boleh jadi Anda melaksanakan akad nikah dan walimah dengan sederhana, akan tetapi telah menyampaikan pesan dengan sangat kuat mengenai orientasi pernikahan islami.

Teramat banyak muatan dakwah dalam setiap proses pernikahan Anda, akan tetapi tetap harus berangkat dari niat awal. Ertinya, sejak awal Anda memulai langkah menuju gerbang pernikahan telah tertanam motivasi yang kuat untuk melaksanakan pernikahan di jalan dakwah, bukan jalan-jalan lainnya. Insya Allah, pernikahan Anda akan penuh barakah.

Masih banyak sekali contoh dalam kehidupan seharian, bahawa pernikahan di jalan dakwah tidak hanya disebabkan oleh kerana bertemunya dua aktivist dakwah, lelaki dan perempuan, dalam mahliagai pernikahan, akan tetapi bahawa Anda memiliki orientasi yang kuat dan benar sejak dari awalnya yang akan menuntun Anda melaksanakan pernikahan di jalan yang benar tersebut.

Bagaimanakah dengan pernikahan Anda?

Erti Tangisan



Kata Ibnu Qayyim - 10 Jenis Tangis


1) Menangis kerana kasih sayang & kelembutan hati.


2) Menangis kerana rasa takut.


3) Menangis kerana cinta.


4) Menangis kerana gembira.


5) Menangis kerana menghadapi penderitaan.


6) Menangis kerana terlalu sedih.


7) Menangis kerana terasa hina dan lemah.


8) Menangis untuk mendapat belas kasihan orang.


9) Menangis kerana mengikut-ikut orang menangis.


10) Menangis orang munafik - pura-pura menangis.


"..dan bahawasanya DIA lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis." (AnNajm : 43)


Jadi, Allah lah yang menciptakan ketawa dan tangis, serta menciptakan sebab tercetusnya. Banyak air mata telah mengalir di dunia ini. Sumber nya dari mata mengalir ke pipi terus jatuh ke bumi. Mata itu kecil namun ia tidak pernah kering ia berlaku setiap hari tanpa putus-putus. Sepertilah sungai yang mengalir ke laut tidak pernah berhenti?


Kalaulah air mata itu di tampung banjirlah dunia ini.Tangisan dapat memadamkan api Neraka.


"Rasulullah saw bersabda :


Tidaklah mata seseorang menitiskan air mata kecuali Allah akan mengharamkan tubuhnya dari api neraka. Dan apabila air matanya mengalir ke pipi maka wajahnya tidak akan terkotori oleh debu kehinaan, apabila seorang daripada suatu kaum menangis, maka kaum itu akan dirahmati. Tidaklah ada sesuatupun yang tak mempunyai kadar dan balasan kecuali air mata. Sesungguhnya air mata dapat memadamkan lautan api neraka."


Air mata taubat Nabi Adam a.s, Beliau menangis selama 300 tahun tanpa mendonggak ke langit tersangat takut dan hibanya terhadap dosa yang telah ia lakukan. Dia bersujud di atas gunung dan air matanya mengalir di jurang Serandip. Dari air matanya itulah Allah telah menumbuhkan pohon kayu manis dan pohon bunga cengkih. Beberapa ekor burung telah meminum akan air mata Adam lalu berkata, "Manis sungguh air ini." Nabi Adam terdengar lalu menyangka burung itu mempersendakannya lalu ia memperhebatkan tangisannya.


Lalu Allah mendengar dan menerima taubat Adam dan mewahyukan, "Hai Adam sesungguhnya belum Aku pernah menciptakan air lebih lazat daripada air mata taubat mu!."Air mata yang tiada dituntut


Janganlah menangis kalau tak tercapai cita-cita bukankah Tuhan yang telah menentukannya.


Janganlah menangis menonton filem hindustan itu kan cuma lakonan.


Janganlah menangis kerana cinta tak berbalas mungkin dia bukanlah jodoh yang telah Tuhan tetapkan.


Janganlah menangis jika gagal dalam peperiksaan mungkin kita kurang membuat persediaan .


Jangan menangis kalau wang kita hilang di jalanan sebab mungkin kita kurang bersedekah buat amalan.


Janganlah menangis kalau tidak di naikkan pangkat yakin lah, rezeki itu adalah pemberian Tuhan. Dari itu??..


Simpanlah air mata-air mata tangisan itu semua buat bekalanuntuk menginsafi di atas segala kecuaian yang telah melanda diri,segala dosa-dosa yang berupa bintik2 hitam yang telah mengkelamkan hati hingga sukar untuk menerima hidayah dari Allah swt.Serulah air mata itu dari persembunyiannya di balik kelopakmata agar ia menitis membasahi dan mencuci hati agar ia putih kembali dan juga semoga ia dapat melebur dosa2 dan moga-moga akan mendapat ampunanNya jua.


Junjungan Mulia bersabda "Ada 2 biji mata yang tak tersentuh apineraka, mata yang menangis di waktu malam hari kerana takut kepada Allah swt dan 2 biji mata yang menjaga pasukan fi sabillah di waktu malam."


"Di antara 7 golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah dihari qiamat"


Seseorang yang berzikir bersendirian lalu mengenang tentangkebesaran Allah swt lalu bercucuran air matanya.""Jika tubuh seseorang hamba gementar kerana takut kepada Allah, maka berguguran lah dosa-dosanya bak gugurnya dedaunan dari pepohonan kering."



Sumber: IPIJ

Wednesday, April 9, 2008

ku Mohon dgn Sangat..Ya ALLAH


Pengalaman menjadi siswi sepjg 3 thn, mengajarku erti sebuah kehidupan.Pahit manis perjalanan yg di harungi akhirnya membuahkan hasil apabila aku menerima Ijazahku pd 31 mac yg lalu.Namun di sinilah jua aku mengenali tarbiah, usrah, rehlah serta di kelilingi teman2 yg ckup istimewa yg seringkali mengingatiku erti hidup bertuhan.

Ku rindukan hidup semasa di alam campus,kini,ianya menjadi sebuah kenangan terindah watku.Ku masih teringat, ketika aku ‘down’.. murabiah kesygn ku yg kini melanjutkan Masternya di Poland sering mengingatiku supaya mengupgrade muta’baah.Persoalan pertama kami apabila berjumpa adalah “ apa khabar IMAN ari ni?” Aku yg pd mulanya tidak mengerti dgn selamba menjawab “Alhamdulillah, sihat”. Namun sebenarnya.. bukanlah khabar diriku yg di tanyakan,tetapi yg di maksudkan adalah tahap keimananku pd hari tu… yanzid wa yanqus…? Walaupun hakikatnya namaku iman. (^^,)

***Teringatku pd suatu hari selepas pulang kuliah,dengan wajah pucat dan perutku sdg menyanyikan lagu keroncong utk Murabiah…heheheh suka sgtku menyakat Wani seorg teman yg ku panggil ‘MURABIAHKU SYG’ aku di sapa kakakku.

“adik, knapa lesu aje..dh mkn?” katanya dgn senyuman meleret. Aku dgn selambanya menjwb “akk….tlg adik…huhu lapar giler tanpa kronik ni… Apa kata akk blanja adik mkn ok x?”. tetiba aku di omelinnya “adik, kalau lapar,mohonlah pd ALLAH agar memberi adik rezeki yg berkat”. Adey tazkirah yg menyentuh hati nampaknya aku dpt, lalu ku menadah tgn seraya berkata “Ya ALLAH, aku lapar Ya ALLAH, berikanlah aku sedikit makanan.. amiiinn”..lalu kakakku membawa aku ke dapur utk menikmati makanan yg telah di sediakannya dari td utkku sambil berkata “adik, ni rezki yg ALLAH berikan utk adik atas doa adik td..Hebatkan ALLAH?Jd kalau ada apa2 minta pd ALLAH tau”.

Lantas ia mengingatkanku ttg kisah Rasulullah s.a.w semasa Perang Badar Al Kubra.Di mana Rasulullah s.a.w dgn penuh khusyu’ dan merendah diri memohon kpd ALLAH agar pertolongan yg dijanjikan-NYA itu ditunaikan. Di antara doa yg di ucapkannya:

“Ya ALLAH,inilah kaum Quraisy yg dtg dgn kecongkakan & kesombongannya utk memerangi Engkau & mendustakan Rasul-Mu.Ya ALLAH, tunaikanlh janji kemenangan yg telah Engkau berikan kpdku.Ya ALLAH,kalahkan mereka esok hari”…

Dlm munajatnya,tanpa di sedari selendangnya terjatuh,sehgga Abu Bakar merasa kasihan terhadapnya kemudian memberanikan diri berkata kpd Rasulullah s.a.w “cukup Ya Rasulullah sesgghnya ALLAH S.W.T pasti akan menunaikan janji-NYA yg telah di berikan kpdmu”.

Mengapa Rasulullah s.a.w sampai merendahkan dri sedemikian rupa d hadapan ALLAH? Pdhal Beliau telah yakin akan mendptkan pertolongan sampai Beliau menyatakan :”seolah2 aku melihat tempat kematian mereka”, bahkan Rasulullah s.a.w menentukan beberapa tempat kematian mereka di tanah???

Jawabannya, bhwa keyakinan & keimanan Rasulullah s.a.w terhdp kemenangan hanyalah merupakan pembenarannya kpd janji yg tlh d berikan ALLAH kpd Rasul-NYA.tidak d ragukan lagi bhwa ALLAH S.W.T tidak akan mnyalahi janji @ mungkin Rasulullah s.a.w d beri khabar kemenangan itu di tengah peristiwa tersebut.Sehggakan di riwayatkan oleh Bukhari bhwa Rasulullah s.a.w bersabda pd Perang Badar:

“Ini adalah Jibril dlm sedang menuntun kudanya yg membawa alat perang”.

Manakala menurut Ibnu Hisyam meriwytkan bhwa Rasulullah s.a.w pengsan beberapa saat did lm khemahnya,kemudian berkata kpd Abu Bakar:

“Hai Abu Bakar, bergembiralah, pertolongan ALLAH S.W.T tlh dtg kpdmu.Itulah Jibril memegang tali kekang dan menuntun kudanya” shahihul Bukhari.

Adapun kekhusukan Rasulullah s.a.w dlm berdoa & menengadahkan kedua telapak tgnnya ke langit, maka hal itu sudah mnjd tugas ‘ubudiah’ yg mnjd tujuan penciptaan manusia.Dan itulah harga kemenangan secara kontan.Tidak ada sesuatu yg lbh besar utk mendekatkan diri kpda ALLAH S.W.T kecuali sikap ‘ubudiah’ di hadapan ALLAH S.W.T.Segala bentuk musibah & bencana yg menimpa manusia dlm kehidupan ini hanyalah merupakan peringatan yg menyadarkannya terhdp kewajipan ‘ubudiah’ kpda ALLAH S.W.T & mengingatkannya kpda Keagungan & kekuasaan ALLAH S.W.T Yg Maha Besar.Agar manusia lari menuju ALLAH S.W.T & mnyatakan segala kelemahannya di hdpn ALLAH serta memohon perlindungan kpd-NYA dari segala fitnah dan cubaan.

‘Ubudiah’ yg tercermin dr kekhusukan doa Rasulullah s.a.w meminta kemenangan kpda ALLAH S.W.T merupakan ‘harga’ yg berhak mndptkan dukungan ALLAH S.W.T did lm pertempuran tersebut.Hal ini secara tegas d nyatakan oleh ayat:

“Ingatlh, ketika kamu memohon pertolongan kpd Rabbmu lalu d perkenankannya bagimu.’’
Sesgghnya Aku akan mendtgkan bala bantuan kpda kamu dgn Seribu malaikat yg dtg secara bergelombang”. ( surah al anfal:9)

Bandingkanlah sikap ‘ubudiah’ yg dtunjukkan Rasulullah s.a.w ini beserta hasil2nya itu dgn sikap congkak & sombong yg di tunjukkan Abu Jahal ketika berkata: “kami xakan pulang sebelum tiba di Badar.Di sana kami akan memotong ternak, makan beramai-ramai & minum arak sambil menyaksikan perempuan2 menyanyikan lagu2 hiburan.Biarlah semua org Arab mendengar berita ttg perjlnan kita semua dan biarlah mereka ttp gentar kpd kita selama2nya”. Beserta sgala akibat yg d timbulkannya.

‘Ubudiah’ dan kepatuhan kpd ALLAH S.WT mghasilkan izzah & kemuliaan yg membuat wajah dunia tertunduk kpdnya.Sementara congkak & sombong itu merupakan kepalsuan dan pusara kehinaan yg di gali oleh dan utk para pemilik sikap tersebut.

Tuesday, April 8, 2008

'Menginstall' IMAN akibat virus merah jambu


Pernah tidak kamu buka komputer hati, dan menemui sebuah virus yang mengacau program-program dan file-file di komputer hati kita? Virus yang bagaimana? Virus yang sentiasa buat hati tidak tenang namun suka dan cemburu tapi cinta. Kalau pernah, pasti virus itu virus merah jambu. Nak tahu virus apa itu?


Virus merah jambu atau virus cinta adalah salah satu jenis virus ganas yang mengakibatkan penyakit hati pada diri kita, dapat merambat ke seluruh network tubuh dan sangat sulit dihilangkan. Dari berbagai kes yang pernah ditemui, ternyata virus ini banyak ditemui pada usia-usia remaja sekitar umur belasan tahun. Lebih tepatnya virus ini banyak menjangkiti para TEENAGER yang tidak punya sistem pertahanan berupa software Iman.


Tapi survey juga membuktikan bahwa walaupun remaja-remaja tersebut memiliki software Iman, namun kerana jarang membuka file C:ImanCintaIlahi.Exe atau file C:ImanRajinIbadah.doc yang berada dalam paket software tersebut, maka akhirnya remaja-remaja tersebut terkena juga dengan didahului pertahanan iman yang cenderung menurun , dan virus merah jambu tersebar ke seluruh komputer hati mereka.


Next, kalau sudah begitu, apa yang terjadi? Maka mulailah virus ini bekerja mengacaukan sistem, program- program, dan file-file kita dengan selalu menampilkan gambar syaitan yang tertawa lebar, gembira melihat kegagalan kita meraih redha- Nya. Namun banyak juga yang suka dengan penampilan syaitan tersebut. Yang pada akhirnya virus ini membuat `hang' pusat sistem otak saraf dan akal mereka. Yang kalau itu terjadi, maka virus ini akhirnya dapat mengalahkan sistem otak saraf dan akal yang kita miliki. Me-nombor-satu-kan cinta pada sesama manusia, dan me-nombor-dua-kan cinta pada Ilahi. Tapi apakah itu semua dapat dicegah bagaimana caranya?


Yang mesti kamu lakukan pertama, iaitu hilangkan dulu file-file yang dapat menjadi pintu masuk virus ini, misalnya file cintadunia.exe. Lalu memasukkan CD anti-virus yang berisi file sahsiah.exe yang akan membersihkan sedikit demi sedikit virus cinta sampai ke akar-akarnya bila file tersebut dijalankan. Kalau anti virus tersebut tidak berhasil, maka kamu perlu menginstall kembali software imanmu. Kamu boleh pergi ke pusat-pusat yang menawarkan installer iman. Atau kamu boleh beli CD installer berisi file Aqidah.exe atau Imankuat.doc.
Kalau sudah berhasil diinstall, pastikan komputer hatimu bekerja dengan normal kembali. Dan supaya tidak berulang kembali, maka seringlah membuka file dakwah.exe dan ukhuwwah.doc agar hati kita sentiasa jernih dan tenang..

Monday, April 7, 2008

Tazkirah


Salam alaik..

Teruskan berusaha insyaALLAH akan menanti Cahaya di hadapanmu.
Ingatlah kegagalan yg d hadapi adalah kejayaan yg tertunda.Semoga kita smua bahagia
berjaya di dunia dan akhirat.Wat adik2ku yg akan mnghadapi @ sedang menghadapi
peperiksaan Selamat berjaya dan kuatkan Usaha,Doa n tawakkal pd ALLAH.Utk diri
sendri jua yakinlah bahawa ada 'RAHMAT DI SEBALIK DUGAAN'

firman ALLAH:

"Jgnlah bersedih, sesungguhnya ALLAH sentiasa bersama kita"

(surah at taubah:40)

Perihal Hati

















































































Dalam menjalani kehidupan, pelbagai onak duri harus di tempuhi demi mndapatkan apa yg di ingini.Tapi sebenarnya, apa sih yg di cari? Adakah emas berbungkal2,pangkat, pengaruh @ ingin di pandang hebat oleh org lain? Adakah dgn mndapatkan semuanya itu bisa menenangkan hati yg sedang sakit. Waduh, gawat juga sih jika hati udah dpenuhi dgn rasa Cinta Dunia. Apa sih tanda hati yg sakit & gi mana ya caranya utk merawat hati?

Mengenal Hati yg sakit. Rasulullah s.a.w bersabda yg bermaksud;

“jauhilah segala yg haram nescaya kamu menjadi org yg paling khusyuk beribadah.Redalah dgn pemberian rezeki ALLAH kpdmu nescaya kamu menjadi org yg paling kaya .Berperilakulah yg baik kpda jiran nescaya kamu termasuk org mukmin.Cintailah org lain pada hal2 yg kamu cintai bagi drimu sendri nescaya kamu tergolong org muslim dan jgnlah terlalu byk ketawa, sesgghnya terlalu byk ketawa itumematikan hati”. (riwayat Ahmad dan al Tirmizi).

Namun reality masyarakat tika ini ialah memaniskan wajah dgn sifat amarah, membajai hati dgn sifat riyak,bakhil,hasad dengki,dendam,mengadu domba,benci,sombong hingga mereka lupa bahwa mereka di jadikan dari setititis air yg hina (air mani).

Firman ALLAH s.w.t;

“..yang membuat segala sesuatu yg Dia ciptakan sebaik2nya dr Yang memulai penciptaan manusia dr tanah.Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yg hina ( air mani).Kemudian Dia menyempurnakannya dan menitupkan ked lm tubuhnya roh ciptaanNYA dan Dia menjadikan kamu pendengaran,penglihatan dan hati.Tetapi kamu sedikit sekali bersyukur” (surah asSajdah:7-9)

Sudah menjadi fitrah manusia ngan lepas dari melakukan khilaf.Maka,hati yg sakit ini perlu d rawat agar bisa terus hidup.Oleh itu marilah kita sama2 bertaubat,menghiasi dri dgn sifat mahmudah, melakukan ibadah wajib dan sunat,berzikir serta menghadiri majlis2 ilmu moga hati bisa tenang,demi mendamba Redha ILLAHI.

Firman ALLAH s.wt.:

“Dan mohonlah ampun kpda ALLAH, sesgghnya ia Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani.” ( surah al-Muzammil:20)

“Sesgghnya ALLAH menerima taubat orang yg melakukan kejahatan kerana kejahilan kemudian mereka segera bertaubat,mereka ialah org yg dterima taubatnya oleh ALLAH.ALLAH Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (surah al-nisa:17)

Sabda Rasulullah s.a.w :

“Bukannya kekayaan itu kerana banyaknya harta,kekayaan sebenarnya ialah kaya jiwa”
(riwayat Bukhari dan Muslim)

Ingatlah, bahawa hanya dgn mengingati ALLAH hati2 akan mnjadi tenang.

Sumber: Al-Quran
Buku Motivasi Diri ‘Ubat Hati’ oleh Ustzh Siti Nor Bahyah
Olahan : Penulis Sendiri.